alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Pinjaman Rp 125 Miliar untuk Pengembangan RSUD Mataram

MATARAM-Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang angkat bicara terkait rencana Pemkot Mataram melakukan pinjaman Rp 125 miliar. Ia mengatakan, pinjaman tersebut akan dilakukan untuk pembangunan gedung rumah sakit di atas lahan yang sudah dibebaskan.

“Progres yang dulu sudah dilakukan oleh Dokter Jack (mantan direktur RSUD Kota Mataram) sudah pada tingkatan persetujuan PT SMI terhadap rencana pinjaman yang dilakukan oleh Pemkot Mataram,” kata dia kepada Lombok Post, Kamis (17/6).

Pinjaman ini memang sudah direncanakan jauh sebelumnya. Tepatnya, sebelum ia menjabat sebagai pelaksana tugas. Namun Dokter Jack yang saat itu menjabat direktur naik menjadi Direktur RSUD Provinsi NTB. Akhirnya rencana pinjaman dilanjutkan oleh Martawang yang juga menjabat Asisten I Setda Kota Mataram tersebut.

Rencana pinjaman ini juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sehingga ada beberapa kemudahan yang diberikan PT SMI kepada Pemkot Mataram. “Pinjaman Rp 125 miliar itu akan digunakan untuk pembangunan di lahan seluas 40 are. Akan dibangun gedung lantai enam,” jelasnya.

Di lantai dasar hingga lantai dua, dibangun Instalasi Bedah Central. Sementara sisanya akan menjadi ruang rawat inap lengkap dengan cathlab. “Ini kami bangun untuk merespons animo masyarakat terhadap layanan di RSUD Kota Mataram,” klaimnya.

Selain itu, Kota Mataram menyambut event akbar MotoGP dan dijadikannya Pulau Lombok sebagai destinasi wisata prioritas. Sehingga pemerintah menyiapkan peningkatan layanan kesehatan tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga tamu dari luar Mataram.

“Persoalan pengembalian juga tidak langsung. Dikembalikan bertahap di APBD perubahan, APBD murni dan berikutnya. Lima tahun bisa kita kembalikan,” ucap Martawang.

Rencana pinjaman ini juga sudah disampaikan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Kapasitas fiskal Kota Mataram dinilai layak melakukan pinjaman sehingga diberikan lampu hijau.

“Ini sebagai salah satu upaya percepatan. Jika kita melakukan pinjaman, kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat. Karena selain gedung ini juga untuk Alkes,” paparnya.

Dengan kondisi pendapatan rumah sakit sebagai BLUD Kota Mataram, pengembalian diyakini tidak akan menjadi masalah. Menimbang, RSUD Kota Mataram memiliki pendapatan per tahun mencapai Rp 150-180 miliar. “Kami sudah bertemu dengan PT SMI (untuk menyelesaikan proses pinjaman),” kata Martawang.

Rencana pinjaman ke PT SMI ini belum serta merta disetujui DPRD Kota Mataram. Sejumlah komisi mengaku akan melakukan kajian terlebih dulu terhadap rencana pinjaman ini. “Harus dikaji serius dulu. Karena utang itu gampang, mengembalikan yang nanti pengap-pengap,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji.

Begitu juga dengan Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rachman. Ia menegaskan pinjaman harus dilakukan untuk kebutuhan produktif. Tidak serta merta pinjaman dilakukan untuk kepentingan proyek semata.

“Kalau Pemkot Mataram melakukan pinjaman untuk rumah sakit, mungkin bisa. Tapi kalau untuk yang lain seperti pembangunan kantor wali kota, kurang tepat dalam kondisi perekonomian seperti saat ini. Tapi kami akan kaji dulu,” tandasnya. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks