alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Solar Langka di Mataram

MATARAM-Kelangkaan bahan bakar solar terjadi di Kota Mataram. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di beberapa SPBU.

“Sejak awal bulan memang ada kelangkaan. Nggak tahu penyebanya apa, tetapi pasokannya memang berkurang,” jelas salah satu petugas SPBU di Jalan Lingkar Selatan, Jumat (17/7).

Puluhan truk mengular di sekitar area SPBU. Bahkan sampai ke jalan raya. Mereka rela menunggu giliran mendapatkan solar sejak pagi.

Dirna, salah seorang sopir mengatakan, kelangkaan solar terjadi di hampir semua SPBU. Bahkan, setiap truk diarahkan untuk mengisi solar di SPBU tertentu. Tidak bisa lagi sembarang seperti sebelumnya.

“Karena solar langka, kita yang harusnya bisa mengangkut muatan tujuh rate per hari, sekarang hanya bisa lima kali. Kami nggak tahu juga apa penyebab solar ini langka,” ujarnya.

Kadang, beberapa hari solar normal. Namun dua tiga hari kemudian, solar kembali langka. Menurutnya, kondisi ini membuat sopir truk di semua daerah mengeluh. Tidak hanya di Kota Mataram.

Warga masih kebingungan apa alasan penyebab solar langka. “Kita yang membutuhkan solar subsidi ini yang terdampak,” timpal Munawir, sopir lainnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Mataram M Ramadani yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu penyebab kelangkaan solar ini. Menurutnya, kewenangan kontrol bahan bakar bukan menjadi ranah Disperindag Kota Mataram. “Kalau itu bukan di kami, tetapi di Hiswana Migas,” jelasnya ditemui di kantornya, kemarin.

Sejauh ini, ia juga belum mendapat informasi atau laporan terkait penyebab kelangkaan solar ini. Apakah karena stok di Pertamina memang ada pengurangan atau tidak. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks