alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

1.977 UMKM Mataram Bakal Dibantu Modal oleh Pemerintah Pusat

MATARAM-Pemerintah Kota Mataram mengusulkan 1.977 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat  bantuan modal kerja dari pemerintah pusat. Tujuannya, untuk mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Kita sudah kirim data UMKM di Kota Mataram agar mendapat bantuan. Nanti akan diverifikasi pusat,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura.

Dia mengatakan, bantuan bagi pelaku UMKM disiapkan pemerintah pusat sebesar Rp 100 triliun untuk 12 juta UMKM. Masing-masing UMKM akan mendapat Rp 2,4 juta. “Pelaku UMKM yang akan mendapat bantuan, nanti diminta nomor rekening untuk penyaluran dana,” terang mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini.

Kata Tura, bantuan ini akan disalurkan kepada pelaku UMKM yang rekeningnya di bawah Rp 2 juta. “Kalau diatas Rp 2 juta tidak akan disalurkan,” tutur dia.

Diungkapkan, rekening  pelaku UMKM tidak boleh saldonya di atas Rp 2 juta. Harus di bawah itu jika ingin bantuan disalurkan. Bantuan ini akan ditutup pemerintah pusat apabila pelaku UMKM yang diusulkan mencapai Rp 12 juta. “Usulan ini dibuka sampai Desember,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kota Mataram I Gusti Ayu Yuliani mengatakan, sebanyak 1.977 UMKM yang memiliki nomor izin industri telah diusulkan guna mendapat bantuan stimulus dari pemerintah pusat. “Yang kita usulkan yang memiliki izin,” kata Yuli, sapan karibnya.

Namun, pihaknya tetap mengusulkan UMKM lain untuk mengejar target kuota 12 juta UMKM. Diutarakan, bantuan bagi UMKM awalnya akan dilaunching 17 Agustus, namun kini diundur September. “Sebelum kuota ini tercukupi kita tetap usulkan bantuan bagi UMKM,” ujar dia. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks