alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

MATARAM-Kota Mataram belum terbebas dari gelandangan pengemis (Gepeng). Berbagai modus dilakukan Gepeng untuk mencari pundi-pundi rupiah dengan meminta belas kasihan. “Gepeng ini banyak modusnya. Ada yang pura-pura cacat, buta, dan ada juga yang bawa kotak amal,” kata Kasi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial dan Anak Usia Lanjut Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu M Aulia Husnurrido, kemarin.

Kemarin (16/10) Satuan Tugas (Satgas) Dinsos Kota Mataram mengamankan salah seorang Gepeng di depan Pom Bensin Sayang-Sayang. Amaq Pasah asal Sesela, Lombok Barat diamankan Satgas Dinsos. Pria 55 tahun itu diangkut ke dalam mobil unuk diserahkan ke kepala desa tempat tinggalnya. “Kita serahkan langsung ke kantor desanya,” ucap Rido, sapaan karibnya.

Diungkapkan, menjamurnya  Gepeng di Kota Mataram karena penghasilannya yang cukup tinggi.  Dari satu titik ke titik lain para Gepeng ini bisa menghasilkan jutaan rupiah dalam waktu beberapa hari. Belum lama ini kata Rido, pihaknya menemukan Gepeng  dengan uang dibawanya Rp 20 juta lebih. Bahkan Gepeng ini juga sudah mentranfer hasil dari mengemis  ke istrinya Rp 10  juta. “Saya liat bukti tranfernya ke bank,” tutur Rido.

Ia pun juga sudah menanyakan kenapa Gepeng ini sampai turun kembali ke Kota Mataram meski sudah dikembalikan ke daerahnya. Dari pengakuannya, kata Rido, kembalinya para Gepeng ini ke Kota Mataram tidak lepas dari uang yang dihasilkan.

Di tempat tinggalnya ia mengemis hanya mendapat maksimal Rp 100 ribu per hari.  Beda dengan di Kota Mataram, uang Rp 100 ribu ia bisa dapatkan dalam waktu beberapa jam. “Banyak Gepeng  juga mengaku punya istri lebih dari satu,” sebutnya.

Biasanya kata Rido, para Gepeng di tempat mereka tinggal tidak ditahu menjadi mengemis. Dari rumah mereka berpakaian rapi, namun setelah sampai di Kota Mataram pakaian yang digunakan diganti. Bahkan ada juga pasangan sumai istri (pasutri) menjadi Gepeng dengan memanfaatkan keterbatasan fisik dimiliki.

“Gepeng yang buta di Perempatan RS Mutiara Sukma pasangan suami istri. Istrinya yang normal  memanfaatkan suaminya yang buta untuk meminta belas kasihan kepada pengendara di lampu merah,” urainya. “Para Gepeng ini ke Kota Matarammenggunakan sepeda motor,” tambahnya.

Meski sudah ditangkap dan diantar ke tempat tinggalnya, bahkan Dinas Sosial di daerahnya masing-masing. Para Gepeng kembali turun ke jalan. Karena menurutnya, dengan meminta belas kasihan orang yang melintas menjadi pekerjaan buat mereka. “Makanya kalau saya sarankan nemu orang seperti ini tidak usah dikasih,” pintanya.

Biasanya lanjut dia, Gepeng ini akan merasa takut apabila diserahkan ke pihak kepolisian. Penanganan dilakukan pihak keposian kadang membuat mereka jera. “Kadang kalau nangkap  Gepeng saya serahkan ke Polsek Mataram,” sebutnya.

Kini, para Gepeng sudah masuk ke rumah-rumah  warga dengan alasan meminta sumbangan masjid atau pun yayasan yang entah dibangun dimana. “Ini informasi yang sekarang banyak dari  masyarakat,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, sejauh ini mobil operasional Satgas Dinsos Kota Mataram kurang representatif. Karena menurutnya,  mobil operasional untuk Satgas Dinsos dibutuhkan yang ada bak terbuka dibelakang seperti yang dimiliki Satpol PP Kota Mataram. “Selama ini kita pakai mobil kijang yang tertutup,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinsos Kota Mataram Hj Baiq Asnayati menambahkan,  tak hanya Gepeng yang kerap ditangkap Satgas Dinsos Kota Mataram. Namun juga anak jalanan (anjal) yang mengganggu ketertiban di tempat keramaian. “Biasanya anjal ini berasal dari keluarga yang broken home. Bapak dan ibunya kawin lagi,” tutupnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks