alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Tenaga Kesehatan di Mataram Keluhkan Proses Vaksinasi Ribet dan Lama

MATARAM-Vaksinasi bagi para tenaga kesehatan (Nakes) dan sumber daya yang ada di rumah sakit, klinik maupun puskesmas, sudah mulai dilaksanakan, Senin (18/1/2021). Namun pelaksanaannya dikeluhkan sejumlah tenaga Nakes di Mataram lantaran sistem yang digunakan dinilai terlalu ribet dan lama.

“Kami sudah mengajukan ke Dinas Kesehatan Kota Mataram agar mendapat 60 vaksin per hari. Karena kalau menggunakan sistem yang sekarang, terlalu ribet dan pasti lama,” ungkap Plt Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Mataram dr. Tris Cahyoso kepada Lombok Post.

Diketahui, untuk saat ini vaksinasi harus melalui registrasi online ke sistem Kementerian Kesehatan. Bisa melalui aplikasi website ‘Peduli Lindungi’ atau *119#. Ini bisa diakses oleh Nakes yang namanya telah didaftarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram.

“Terus terang daftar lewat aplikasi ribet. Banyak Nakes yang kesulitan masuk. Nggak bisa daftar. Kami sebenarnya berharap vaksin seperti di posyandu, nanti pelaporan terakhir agar cepat selesai,” ujarnya.

Tercatat ada 22 fasilitas kesehatan yang melakukan vaksinasi. Salah satunya di RSUD Kota Mataram.

“Hari ini (kemarin, Red) kami mulai melakukan vaksinasi. Per hari kami hanya dapat jatah 15 vaksin,” kata Tris.

Namun untuk kemarin, RSUD Kota Mataram menyiapkan 30 vial vaksin karena vaksin yang tersedia untuk Jumat pekan lalu belum digunakan. Akibat terjadi penundaan dilaksanakannya vaksinasi di rumah sakit.

“Dari 30 vaksin yang tersedia, yang datang hanya 21 orang. Sisanya belum datang. Mungkin besok,” kata dia.

Dokter Tris, sapaannya mengaku, rumah sakit sebenarnya berharap bisa mendapatkan jatah vaksin lebih banyak lagi. Agar proses vaksinasi bagi Nakes dan SDM di rumah sakit bisa terlaksana lebih cepat. Sehingga, RSUD Kota Mataram meminta ke Dinas Kesehatan Kota Mataram agar mendapat tambahan vaksin per harinya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi mengaku pelaksanaan vaksin memang sudah diatur sistem dari Kementerian Kesehatan. “Memang harus registrasi online. Saya saja dapat kebagian di Puskesmas Pejeruk untuk bisa melakukan vaksinasi,” kata dia.

Ia juga mengaku sempat kesulitan registrasi online melalui website ‘peduli lindungi. Sehingga dr. Usman mengakses layanan registrasi vaksinasi melalui *119# menggunakan handphonennya.

“Nanti baru kita dapat SMS terkait konfirmasi jadwal vaksinasi dan dimana lokasinya. Nggak bisa seperti posyandu karena ini ketentuan dari pusat,” terangnya.

Sejak kemarin, total 22 Faskes dikatakan Kadikes sudah mulai melaksanakan vaksinasi. Jumlah nakes yang divaksin disesuaikan kemampuan faskes itu sendiri. “Kalau di Puskesmas itu per hari dua sesi. Masing-masing sesi 10 orang. Jadinya per hari 20 orang. Di rumah sakit nanti bisa 60 per hari sesuai permintaan ke kami,” paparnya.

Untuk meyakinkan masyarakat, Usman juga menepis informasi yang berkembang jika khusus untuk pejabat, jenis vaksin yang diberikan berbeda dengan nakes atau masyarakat biasa. “Semua diberikan vaksin yang sama. Saya sendiri pakai vaksin Sinovac, nggak ada yang lain,” pungkasnya. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks