alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Hotel Melati Masih Sepi Peminat Jelang MotoGP Mandalika

MATARAM-Hotel melati di Kota Mataram belum merasakan dampak positif jelang MotoGP Mandalika 2022. Hotel kelas ekonomi ini masih sepi peminat.

Meski begitu, para pengusaha hotel melati masih berharap kecipratan pelanggan. Apalagi dengan penuhnya pesanan di hotel berbintang.

Kini, para pengusaha hotel melati pun mulai melengkapi sejumlah fasilitasnya. “Fasilitas yang ada di hotel melati dengan hotel berbintang bisa dibandingkan. Kita di hotel melati ada AC, TV, dan fasilitas lainnya. Hanya saja di hotel melati jarang ada fasilitas air panas,” kata Ketua Perhimpunan Hotel Melati (PHM) Kota Mataram Gede Wenten pada Lombok Post, kemarin.

Event MotoGP menjadi angin segar bagi pelaku usaha hotel. Informasinya, semua hotel berbintang di Kota Mataram full booking pada Maret mendatang, termasuk penginapan di Kuta Bali.

Namun sebaliknya, hotel melati hingga kini belum ada pesanan. Sebut saja hotel melati dengan jumlah kamar yang cukup banyak seperti Kubayan, Padmi Yoni, Kartika, Archa, Kaila, dan Hotel Kubuku belum ada pesanan tamu MotoGP.

“Kalau yang nanyak-nanyak sih ada, yang booking belum,” ujar Wenten.

Dia tidak ingin hotel melati menjadi penonton pada event internasional. Pada event World Superbike (WSBK) 2021 lalu hotel melati tidak kecipratan. Dia berharap full booking tamu MotoGP di hotel berbintang benar terjadi. Sehingga tamu atau penonton MotoGP lainnya bisa memilih hotel melati menjadi tempat menginap.

Baca Juga :  Jelang MotoGP, AP I BIZAM Pajang 30 Lukisan Cat Cair di Bandara

“Kita di hotel melati menyiapkan  500 kamar lebih,” ujar dia.

Wenten juga menyiapkan tempat parkir yang luas di hotel melati. Sebut saja Hotel Kaila bisa menampung 50 mobil untuk parkir.

“Kalau masalah tempat parkir, endak usah khawatir,” tutur pria yang juga pemilik hotel Kaila ini.

Menurutnya, penonton MotoGP tidak semuanya akan menginap di hotel berbintang. Masyarakat yang uangnya pas-pasan tentu akan memilih hotel melati untuk menginap. Terutama masyarakat yang datang dari Pulau Sumbawa.

“Penonton dari luar daerah yang uang pas-pasan endak mungkin cari hotel berbintang untuk menginap,” ujarnya.

Jika tarif hotel berbintang naik, tentu Wenten juga akan menaikkan tarif hotel melati. Tarif hotel melati maksimal Rp 600 ribu per malam. “Kalau hotel berbintang naikkan tarif otomatis kita juga akan naikkan,” ucap Wenten.

Baca Juga :  Impian Lama Warga Bumi Gora, Pembangunan Bendungan Meninting Dimulai

Wenten yakin penonton yang datang pada event MotoGP bukan hanya pejabat atau pengusaha dengan kantong tebal. Namun juga banyak warga datang dengan uang pas-pasan. Tentu warga yang datang dengan uang pas-pasan akan memilih menginap di hotel melati.

“Kalau yang uangnya pas-pasan endak mungkin akan bayar hotel besar,” ucapnya.

“Atau bisa juga nantinya penonton dari luar daerah yang datang dengan uang pas-pasan akan mencari kos-kosan. Yang penting meraka aman dan nyamam,” imbuhnya.

Sejauh ini Wenten sudah melaporkan jumlah ketersediaan kamar hotel melati ke Dispar NTB dan Kota Mataram. Data-data sudah diberikan untuk menyambut event MotoGP.

“Tidak semua hotel melati memiliki fasilitas lengkap. Ada juga yang tempat tidurnya kurang layak dan menggunakan kipas angin,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengaku belum melakukan komunikasi dengan PHM Kota Mataram terkait kesiapan menyambut MotoGP. Namun, pihaknya akan meminta PHM untuk mendata jumlah kamar hotel yang disiapkan untuk menyambut MotoGP.

“Kita nanti akan komunikasi dengan PHM terkait kesiapan kamar dan fasilitas menyambut tamu MotoGP,” pungkasnya. (jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/