alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Karsini: Pak Jangan Gusur Kami!

MATARAM-Senin (18/2) kemarin, seharusnya jadi hari terakhir Baiq Karsini dan keluarganya tinggal di bawah Jembatan Sindu. Jika mengikuti ultimatum dari Pemerintah Kota Mataram, mereka dan empat KK lainnya, harus segera pindah ke Rusunawa Selagalas.

Tapi hingga siang kemarin, tidak ada tanda-tanda petugas penertiban datang. Karsini pun mengaku sempat cemas.

“Kami tidak mau pindah pak,” kata Karsini dengan wajah sedih pada Lombok Post.

Pindah ke Rusunawa Selagalas bukan pilihan terbaik. Anak-anaknya dan beberapa saudaranya yang lain menolak dipindahkan. Bahkan tidak hanya itu, Karsini mengaku tetangganya ikut membela. Agar ia tidak pergi dari bawah jembatan Sindu.

“Sudah 65 tahun dari Ibu saya tinggal di sini. Saya pun lahir dan besar di sini. Kalau boleh kami tetap tetap tinggal di sini,” imbuhnya.

Sebagai Kompensasi boleh tinggal di sana, ia dan tetangganya bersedia merawat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai. Tidak akan menutupi jalan inspeksi dengan bangunan-bangunan yang dapat menganggu.

“Kami juga tidak akan ribut-ribut lagi,” imbuhnya.

Tempat itu sudah seperti kampung halaman. Ia ingin tumbuh membesarkan anak-anaknya dan mati di sana. Sebagaimana mendiang Ibunya pun meninggal di sana. Jika dipaksa pindah ke Rusunawa, Karsini tidak tahu bagaimana nasib ia dan anak-anaknya nanti.

“Saya belum ada pekerjaan tetap, hanya jualan kecil-kecilan di atas (jembatan),” ujarnya.

Itupun pendapatan tak seberapa. Karsini dan keluarga besarnya yang tinggal di sana membuka jasa potong ayam. Dari situ mereka dapat upah untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau tinggal di Rusunawa kami mau kerja apa? Adik-adik saya makan apa? Sekolah mereka juga bagaimana?” ungkapnya sedih.

Tak hanya Karsini yang menolak di pindah. Rapiah ibu rumah tangga yang tinggal di sana memohon tidak digusur. Ia tidak bisa mebayangkan harus tinggal di Rusunawa lantai paling atas. Sementara gempa tahun lalu sampai saat ini masih membuatnya trauma.

“Daripada saya disuruh tinggal di sana. Lebih baik saya tidur di bawah kolong jembatan, biar sudah tidak ada rumah,” ujar Rapiah sedih.

Jembatan Sindu itu sudah sangat dekat dengan hidupnya. Sejak masih kecil Rapiah tinggal di tempat itu dan merintis usaha kecil-kecilan di sana. Dulu, lanjutnya, kawasan tempatnya bangun rumah itu masih berupa semak-belukar.

“Mohon jangan kami dipindah,” harapanya.

Sudirman warga lain yang ikut diminta pindah mengaku sudah dipanggil pihak kelurahan. Dari petemuan itu ia diminta menjaga kebersihan lingkungan di sana.

“Tadi (kemarin, Red) sudah dipanggil. Disuruh jaga kebersihan. Kami janji akan jaga tempat ini sebaik-baiknya,” janji Sudir.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Hasnayati mengatakan jika keluarga di bawah jembatan itu telah dilindungi oleh program-program sosial. Sehingga dalam hematnya seharunya tidak ada kekhwatiran bagi keluarga itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mereka sudah tercover dalam Program Keluarga Harapan,” kata Hasna.

Hanya saja, dari program keterampilan kerja, Hasna menjawab ratgu. Lima KK yang tinggal di bawah jembatan Sindu itu sudah diberikan program keterampilan. Sehingga siap direlokasi di tempat tinggal yang baru.

“Ya harusnya kalau memang masuk dalam keluarga tidak mampu, bisa kita berikan program pendampingan untuk keterampilan,” cetusnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks