alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Gawat, 525 Warga NTB Positif DBD, Satu Meninggal Dunia

MATARAM-Nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah semakin ganas. Jumlah warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) meningkat. ”Sudah 525 orang positif DBD dan satu orang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (17/2).

Jumlah kasus yang mencapai 525 tergolong tinggi. Bahkan kasus DBD diperkirakan masih bisa bertambah. Sebab ke-525 kasus itu terjadi pada Januari hingga minggu kedua Februari. ”Sekarang ini salah satu bulan puncak DBD,” katanya.

Paling banyak kasus DBD terjadi di wilayah Lombok Barat dengan kasus 200 lebih. Disusul Kota Mataram dan Lombok Timur. ”Lombok Utara mengejar,” katanya.

Wilayah Lombok Barat yang menjadi langganan kasus DBD adalah Gerung, Kuripan, Kediri dan daerah padat penduduk lainnya. ”Selalu banyak di daerah padat penduduk,” katanya.

Begitu juga di Mataram, kasus DBD banyak ditemukan di daerah padat penduduk, seperti Sekarbela. ”DBD ini erat kaitannya dengan kondisi lingkungan,” katanya.

Wilayah Lombok Utara menjadi perhatian serius pascagempa 2018. Banyak infrastruktur dan rumah warga rusak. ”Genangan di bekas reruntuhan itu yang kami khawatirkan,” katanya.

Sementara korban meninggal berasal dari Kabupaten Bima. Hal itu dipastikan setelah timnya turun mengkonfirmasi ke lapangan. ”Dua kasus lainnya sedang kita telusuri, kami curigai mereka meninggal karena DBD,” katanya.

Keduanya meninggal di RSUD Mataram, namun akan dipastikan daerah asal mereka. Apakah pasien dari Kota Mataram atau daerah lain. ”Karena RSUD Mataram melayani pasien daerah berbagai daerah di NTB,” ujarnya.

Dilihat dari sebaran kasus, selama ini kasus DBD tinggi di Lombok, sementara di Sumbawa dan Bima lebih sedikit. Tapi risiko kematian di wilayah Bima jauh lebih tinggi. ”Tahun lalu, di Lombok satu orang meninggal dunia, sementara di Bima enam orang,” katanya.

Penyebabnya, kebanyakan karena terlambat ditangani. Jumlah kasus DBD tahun 2019 mencapai 2.900 lebih, yang meninggal dunia tujuh orang.

Dokter Eka mengingatkan, dari temuan tim dokter, ada perubahan pola panas pasien DBD. Pola panas klasik yang diketahui biasanya panas selama tiga hari, kemudian hari keempat panas turun dan di sana titik bahanyanya. ”Dalam satu tahun ini polanya tidak mengikuti pola klasik,” katanya.

Selain itu, sepanjang 2019 juga ditemukan bayi terkena DBD. Sebelum-sebelumnya tidak pernah. ”Ini yang menjadi catatan untuk menjadi perhatian semua orang,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi menambahkan, untuk mencegah DBD masyarakat harus rutin melakukan gerakan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur genangan air.

Gerakan 3M, kata Gede masih menjadi jurus paling ampuh untuk memberantas nyamuk demam berdarah. ”Harus terus dilakukan karena kita hidup di daerah tropis dan perhatian masyarakat soal kebersihan masih kurang,” imbuhnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks