alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Investor Tawarkan Naik Gunung Rinjani Pakai Helikopter

MATARAM-Belum selesai kontroversi rencana pembangunan kereta gantung, kini investor ingin membangun fasilitas heli tourism di Gunung Rinjani. ”Wisata heli ini tidak akan mengganggu market pendakian yang sudah ada,” kata Sales Manager Corporate PT Airbus Helicopters Indonesia Sussy Kusumawardhani, saat presentasi di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Selasa (18/2).

                Dalam pemaparannya, Sussy menjamin, penyediaan fasilitas heli tourism tidak mengganggu keindahan alam Gunung Rinjani. Mereka tidak banyak membangun infrastruktur. ”Kami tidak membuat helipad, kami menentukan titik landing saja,” jelasnya.

                Titik landing itu, kata Sussy, berupa tanah yang bisa dijadikan tempat mendarat. ”Helikopter Airbus ini dirancang landing di segala medan,” katanya.

                Dia meminta para trekking organizer Rinjani tidak cemas. Mereka membidik pasar tersendiri. Dengan ongkos lumayan mahal, mereka menargetkan turis-turis kelas menengah ke atas. ”Bagi yang suka hiking (mendaki) tetap hiking, pasarnya beda,” kataya.

Sussy menambahkan, keinginan Airbus menyediakan fasilitas helikopter karena kepicut keindahan alam Rinjani. Selama ini keindahan itu hanya diinikmati kalangan tertentu saja. ”Alam Rinjani sangat luar biasa dan begitu lengkap,” katanya.

Ketika orang mau membawa anak dan istrinya menikmati Rinjani, tidak semuanya bisa. Akses orang-orang seperti itu perlu dibuka. Heli tourism menurutnya menjadi solusi. ”Orang yang mau membawa keluarga dan kerabat ke Rinjani bisa pakai helikopter,” katanya.

                Airbus juga tertarik menyediakan fasilitas karena pemerintah Indonesia menjadikan pariwisata sebagai prioritas. ”Akses merupakan kunci dari keberhasilan pariwisata,” ujarnya.

                Dia yakin tambahan fasilitas itu bisa meningkatkan kunjungan ke Gunung Rinjani. ”Di negara-negara lain heli tourism sudah dikembangkan,” jelasnya.

                Rencana penyediaan heli tourism akan bersamaan dengan pembangunan Glamorous Camping  (Glamping) di kawasan Danau Segara Anak. Glamping akan dibangun PT Rinjani Glamping Indonesia (RGI).

                Fasilitas itu diyakini bisa membawa jenis pelanggan baru ke Gunung Rinjani. ”Tidak selamanya orang di dunia ini mencari petualangan, tapi ada orang yang ingin mencari ketenangan,” kata Direktur PT RGI Disyon Toba, dalam presentasi di Balai TNGR.

                Glamping atau wisata camping mewah itu akan dibangun di dekat Danau Segara Anak. ”Fasilitas ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” katanya.

                Dia juga menjamin, Glamping Rinjani tidak akan mengganggu usaha guide pendakian yang selama ini sudah ada di sana. ”Kita akan menggunakan tenaga kerja lokal semua,” katanya.

Bangun Fasilias Mewah 

                Disyon Toba mengatakan, pihaknya membutuhkan modal awal Rp 4,5 miliar untuk membangun Glamping Rinjani. ”Kami menyediakan sarana akomodasi semi permanen yang berkualitas,” katanya.

                Fasilitas akomodiasi itu antara lain, tempat menerima tamu, tenda penginapan mewah, tenda makan, pelayanan umum (toilet tent), serta membangun balkon untuk menikmati Danau Segara Anak.

                Di samping itu, mereka juga akan membangun camping ground untuk wisata petualangan. ”Ini untuk menampung pendaki yang bermalam dan transit bagi yang ke puncak,” katanya.

                Disyon menambahkan, dalam rencananya, mereka akan membangun deluxe tents atau tenda besar semi permanen. Di dalamnya terdapat ranjang susun tiga unit sehingga cukup menampung enam orang. ”Tenda dengan luasan 35 meter persegi dibangun menggunakan pondasi batu dan kayu,” jelasnya.

                Kemudian family deluxe tents dengan ukuran 37 meter persegi, dibuat lebih luas untuk menampung satu keluarga dan disediakan fasilitas toilet di dalam tenda. ”Kami akan mendirikan 15 unit tenda deluxe dan lima tenda family deluxe,” jelasnya.

                Investor dalam hal ini sudah menghitung biaya investasi dan semua risikonya. ”Kita akan mencapai break even point setelah tujuh tahun,” katanya.

Rencana pembangunan glamping itu akan didukung PT Airbus Helicopters Indonesia yang menyediakan fasilitas heli tourism. ”Heli tourism ini salah satu paket fasilitas di Gunung Rinjani,” ujarnya.

Dengan adanya heli itu, turis bisa melihat keindahan Rinjani dari atas. ”Kalau mau turun sekadar makan siang bisa,” katanya.

Biaya paket wisata glamping dan heli tourism tergolong mahal. Ongkos naik heli saja Rp 6 juta per orang. Sementara Glamping biayanya antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per malam.

Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menjelaskan, investor baru tahap pemaparan keinginan dan rencana mereka membangun fasilitas di tempat itu. ”Dari sisi aturan memungkinkan,” katanya.

Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, memungkinkan pengusahaan wisata di kawasan hutan. Usaha Glamping masuk di zona pemanfaatan untuk wisata, sehingga memungkinkan. ”Kalau zona inti (taman nasional) gak boleh,” katanya.

Tapi karena masih rencana, banyak sisi yang harus dipertimbangkan. TNGR hanya ingin memastikan usaha tersebut tidak mematikan usaha yang ada. ”Usaha yang baru itu menggairahkan  pasar baru,” katanya.

Dari sisi ekologi, mereka memastikan usaha tersebut tidak merusak kekayaan flora dan fauna di sana. ”Tidak terjadi kerusakan di kawasan dan sampah bisa diminimalkan,” ujarnya.

Dari sisi sosial, usaha itu harus memberi dampak bagi kehidupan sosial masyarakat. Demikian juga dengan kajian dari sisi geologi, pascagempa banyak terjadi retakan di kawasan Rinjani. ”Semuanya harus dihitung,” jelasnya.

Setelah ada studi tentang itu, semua baru akan dikonsultasikan untuk proses selanjutnya. ”Pengajuan izin tentang usaha wisata heli itu belum ada,” katanya.

Kecuali usaha Glamping, mereka sudah mendapat pertimbangan teknis sejak 2017 Dinas Pariwisata KLU dan Balai TNGR. ”Jadi prosesnya sudah lama, tapi masih banyak tahapannya,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks