alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Cerita Trauma Warga Terusik Gempa di Sore yang Tenang

Gempa kembali menyapa. Magnitudonya pun tak bisa dianggap biasa. Dengan rasa cemas memanjatkan doa. Semoga ini, pertanda yang terakhir untuk selama-lamanya.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

===================================

SIANG itu lebih tenang. Warga di Pengempel Indah, Bertais, Sandubaya, Kota Mataram menikmati teduhnya rumah tahan gempa. Ada yang memilih RISHA. Ada pula yang terpikat dengan RIKO.

Dwi Wicaksono, calon guru, lulusan FKIP Universitas Mataram itu pun tengah berleha-leha di teras rumah.

“Sambil nonton TV,” kata Dwi.

Tapi putra Saeroji, sekretaris Pokmas RISHA di Pengempel Indah itu kaget bukan kepalang. Lantai tempat ia merebahkan badan bergoyang. Traumanya pada malam mencekam itu belum habis sepenuhnya dari ingatan.

“Saya kaget dan buru-buru menyambar pintu,” kisahnya.

Di luar warga sudah melesat bak panah. Lepas dari busurnya. Wajah panik dan ketakutan seketika tergambar dari wajah-wajah yang masih trauma. Maklum, lingkungan Pengempel Indah jadi satu dari dua lingkungan terparah yang terkena gempa.

Rumah-rumah di sana pun terpaksa diratakan semua. Karena semua masuk dalam kategori rumah rusak parah.

“Ya bagaimanapun trauma itu masih,” ungkapnya.

Dwi tak mau lagi tinggal di bawah-bawah tenda. Sembari menunggu ketidakpastian rumahnya kapan bisa ditinggali. Bila bisa meminta:  Tuhan, cukup sudah!

Gempa itu terjadi dua kali. Pertama, dengan magnitudo 5,2 Skala Richter (SR). Lalu selang beberapa detik kemudian 5,8 SR. Pada gempa yang kedua ini, Dwi pun memilih kabur dan melupakan jaminan daya tahan rumah tahan gempanya.

“Lihat teman-teman semua keluar dan cari tanah lapang, apalagi ada yang teriak-teriak, saya buru-buru juga keluar,” terangnya.

Begitu gempa tenang Dwi dan beberapa warga lain memilih kembali ke rumah. Sebelum masuk ia sempat memperhatikan dinding rumahnya.

“Ternyata tidak ada retakan sama sekali,” ujarnya bangga.

Rumah tetangga, persis di depan rumahnya bahkan rentakannya bertambah lebar karena gempa kemarin. Rumah itu belum menggunakan teknologi RISHA. Dwi semakin yakin pilihan ayahnya membanguun RISHA ini sudah tepat.

“Setidaknya kami bisa lebih tenang, walaupun gempa kemarin belum menggambarkan gempa bulan Agustus lalu,” ujarnya.

Satu lagi yang membuat warga Pengempel Indah resah. Gempa yang datang hari minggu lagi. Persis tiga gempa yang terjadi di bulan Agustus 2018 silam. Warga pun banyak yang bertanya-tanya kenapa harus hari minggu lagi?

“Kalau disebut kebetulan, kok kebetulannya sering?” ungkap ia bingung.

Keresahan Dwi pun, dirasakan hampir semua warga di sana. Mereka pun was-was dengan hari Minggu depan. Takut kalau-kalau gempa besar kembali terjadi dengan pola yang sama.

“Tapi apa iya, gempa tahu hari ya?” imbuhnya.

Rasa penasaran ini pun ditutupi Dwi dengan menyerahkan semua takdir terbaik pada kehendak Tuhan. Bagi Dwi, tak ada yang lebih pasti dari takdir Sang Maha Penentu Peristiwa.

“Ya berserah diri dan berdoa, agar terkaan-terkaan yang buruk tak terjadi dan kita semua dijauhkan dari bencana,” doanya. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks