alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Lapor Pak, Ada Lubang!

MATARAM-Sebuah lubang menganga di perempatan Jalan Dasan Cermen Mataram. Lubang itu dikeluhkan banyak pengendara. Bahkan kerap  kerap memicu kecelakaan tunggal. Posisi lubang persis di sisi timur jalan.

“Kalau hujan lubang itu biasanya penuh air. Nah, itu yang sering menjebak,” kata Jaelani warga di sekitar tempat itu.

Ia menyebut lubang itu seperti jebakan. Karena banyak pengendara yang sebelumnya tidak tahu memilih menerobosnya. Alhasil, karena cukup dalam, tak sedikit yang terpeleset dan jatuh.

“Dulu kecil, tapi lama kelamaan jadi besar,” sebutnya.

Menurut Jaelani, lubang itu sudah sangat lama. Ia pun memperkirakan hampir satu tahun. Mulanya di sana ada proyek galian pipa PDAM. tapi karena penutupan tidak sempurna.

Selain itu material yang digunakan untuk menimbun kurang padat. Maka jalan itu dengan mudah hancur dan bertambah besar. “Apalagi truk besar-besar sering lewat di sana, tambah hancur sudah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera turun menangani. Ia khawatir, lubang itu semakin banyak memakan korban.

Jika terus dibiarkan, tidak hanya kendaraan yang membuat lubang tambah besar. Tetapi air hujan pun akan terus menggerusnya.

“Itu buktinya air menggenang,” terangnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Abdul Malik meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram tidak menyepelekan kerusakan-kerusakan kecil fasilitas di ibu kota. Jika ada keluhan dari masyarakat maka harus segera ditindaklanjuti.

“Sekalipun sedikit-sedikit, kalau banyak, ya jelek juga bagi kota,” kata Malik.

Politisi Golkar ini tak peduli, apakah jalan itu kewenangan kota atau pemerintah provinsi. Namun yang pasti kewajiban PUPR Kota Mataram punya kewajiban mengakomodir atau mengkoordinasikan keadaan jalan itu.

“Ya silakan koordinasi kalau itu jalan provinsi, tapi kalau kota bisa tangani cepat, kenapa harus tunggu provinsi?” tandasnya.

Apalagi jalan itu sudah rusak lama. Penyebabnya pun sudah jelas, karena bekas galian proyek PDAM beberapa waktu lalu. Maka tinggal kordinasi dengan PDAM untuk perbaikannya.

“Ya harus segera. Masak mau ditunggu rusak parah dulu baru ditangani,” cetusnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks