alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Masrun: Jangan Sebar Fitnah!

MATARAM-Masrun, Lurah Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram menegaskan tak ada yang ditutup-tutupi terkait molornya pemberian insentif bagi operator sampah motor roda tiga di wilayahnya.

Menurutnya, pembayaran insentif bulan Februari yang dibayar Maret terlambat karena proses pencairan yang berbeda. “Dulu kan pencairannya di kecamatan, sekarang lewat kelurahan,” kata Masrun.

Pencairan ini baru mulai diterapkan bulan ini. Menyusul kebijakan Dana Kelurahan yang mulai digulirkan tahun ini. Sehingga pihak kelurahan dan pihak kecamatan perlu melakukan adaptasi pada sistem administrasi pencairan yang baru.

“Jadi kita perlu mempelajari agar tidak keliru,” terangnya.

Masrun pun mengaku sempat mendengar keluh-kesah operator sampah. Karena hingga lebih pertengahan bulan Maret, pencairan dana operasional motor sampah roda tiga belum bisa diberikan pada mereka.

“Tidak hanya insentif operator sampah, bahkan insentif Kaling dan Linmas belum bisa kami diberikan,” sebutnya.

Masrun mengaku tak tahu bagaimana informasi itu bisa menyebar ke luar. Padahal ia sendiri sudah mengumpulkan semua operator sampah, linmas, dan Kepala Lingkungan (Kaling). Lalu menjelaskan duduk persoalan kenapa hingga pertengahan bulan, insentif belum keluar.

“Baru saja (kemarin pagi, Red) saya kumpulkan mereka dan jelaskan duduk persoalannya agar jangan ada yang sebar fitnah,” cetusnya.

Ia sama sekali tidak bermaksud menahan dana operasional dengan total nilai Rp 36 juta itu. Apalagi dengan sengaja mengulur-ulur waktu pembayaran. Menurutnya ini murni hanya terkait administrasi. Mengingat pola transfer yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Kami masuk usulan pencairan bersama enam kelurahan lain se kecamatan Selaparang, tinggal tunggu tanda tangan pak Camat, setelah itu dalam satu minggu mungkin sudah bisa cair,” yakinnya.

Hal senada disampaikan Camat Selaparang Sudirman. Menurutnya, administrasi berbeda membuat proses perlu disesuaikan. Agar semua bisa sesuai dengan aturan yang ada.

“Hanya insentif bulan Februari saja, itu kan dibayarkan bulan Maret,” terang Sudirman. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks