alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Pariwisata Ayo Bangkit Lagi, Jangan Menyerah!

MATARAM-Gempa bumi bermagnitudo 5,8 Skala Richter (SR) Minggu siang (17/3), relatif aman bagi Kota Mataram. Dari informasi yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, tak ada kerusakan pada rumah tahan gempa. Baik itu Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) atau Rumah Instan Konvensional (RIKO).

“Tidak ada, aman,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kota Mataram Zaenuddin, saat ditemui di Pengempel Indah, Bertais, Sandubaya.

Zaen mengaku sengaja datang ke Pengempel Indah. Memastikan langsung kondisi rumah-rumah tahan gempa yang sudah dan dalam proses pembangunan. Hasilnya dari beberapa tempat yang dicek langsung, laporan yang diterima cukup memuaskan.

“Cukup teruji,” terangnya.

Dampak dari gempa kemarin, hanya masuk dari Lingkungan Rungkang Jangkuk, Sayang-Sayang Kota Mataram. Di tempat itu, ada dua rumah yang sebelumnya berstatus rusak ringan kondisinya meningkat akibat getaran gempa.

“Ada dua rumah naik statusnya jadi rumah sedang,” ujarnya.

Kondisi rumah itu, saat ini masih dalam pembahasan. Apa ada kemungkinan untuk meningkatkan juga nilai bantuan. Sebab jika dengan nilai Rp 10 juta untuk rusak ringan, dianggap tidak cukup untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Minggu (17/3) kemarin.

“Ya karena kan kerusakannya bertambah, itu masih dalam pembahasan,” terangnya.

Informasi ini pun telah disampaikan pada Kepala BPBD Kota Mataram. Selanjutnya akan diteruskan sebagai bahan laporan ke BNPB.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pun mengaku traumanya bangkit lagi. Dengan gempa kemarin.

“Mau masuk kamar rasanya was-was, iya kan?” tutur Ahyar.

Gempa kemarin mungkin tidak berdampak siginifikan pada bangunan fisik. Tapi Ahyar mengakui, trauma masyarakat terganggu. Pun, juga menimpa wistawan ibu kota.

“Harus kita akui kita kan core ekonomi kita pada MICE, mau tidak mau gempa kemarin juga pasti berdampak pada wistawan kita,” sebutnya.

Bahkan ia mendapat laporan ada beberapa agenda atau kegiatan yang digelar di Kota Mataram dibatalkan. Setelah kemarin sempat acara Adeksi diharapkan sebagai simbol bangkitnya wisata MICE ibu kota.

“Ya saya ada laporan agenda yang dibatalkan, sampai waktu  yang tak ditentukan,” akunya.

Gempa kemarin pukulan telak kembali bagi pariwisata ibu kota. Ahyar mengakui betapa susah payahnya pemerintah mengkampanyekan, Mataram Bangkit, Mataram Move On. Hanya untuk memberi gambaran pada dunia luar. Gempa, sudah berakhir dan Mataram sudah kembali berbenah.

Tetapi gempa siang itu, membuat banyak pihak terkejut. Lalu membuat situasi kembali tak nyaman.

“Kita tak boleh menyerah ya. Kita benahi lagi, dan akan kita diskusikan apa yang perlu dilakukan,” terangnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM) Kota Mataram Lalu Junaidi, masih menyelipkan sedikit asa. Tidak adanya kerusakan infrastruktur di Kota Mataram akibat gempa kemarin, tidak tidak akan membuat pariwisata kota lesu.

“Oh, kita tentu harus tetap optimis,” kata Junaidi.

Sekalipun Junaidi mengakui, bicara pariwisata di Kota Mataram, tidak bisa lepas dari kondisi pariwisata Lombok pada umumnya. Tapi ia yakin kampanye terus-menerus pariwisata Kota Mataram yang relatif aman dari kerusakan. Akan membuat, wisatawan yang tadinya mengurungkan niat datang, akhirnya melanjutkan datang ke kota.

“Kita perlu pisahkan antara kondisi Kota Mataram dengan daerah yang terdampak gempa bumi kemarin seperti di Lombok Timur,” harapnya.

Hanya dengan kampanye seperti itu, harapan pariwisata tak terganggu oleh gempa bumi kemarin. Junaidi sendiri, masih akan terus mengupayakan promosi ke luar daerah. Semampu yang bisa dilakukan BP2KM.

“Program-program promosi kita masih harus disampaikan dulu pada Dinas Pariwisata, baru bisa dianggarkan, kita belum punya anggaran secara mandiri,” akunya.

Gempa kemarin, pun tak mengubah rencana pihaknya untuk berpromosi. Salah satunya mendorong agar ada pagelaran seni di destinasi-destinasi wisata andalan kota. Dengan kegiatan pagelaran yang rutin, ia yakin trauma masyarakat akan cepat kembali pulih.

“Pada akhirnya kita harapkan dapat menggerakan ekonomi pariwisata kita lagi,” harapnya.

Ketua Asososiasi Hotel Kota Mataram (AHM) Ernanda D Agung, juga mengakui. Bisnis akomodasi masih lesu di Kota Mataram. ia berkaca misalnya dari kondisi hotel yang ia kelola. General Manager Golden Palace ini, mengatakan sekalipun gempa kemarin tidak mengakibatkan ada beberapa rencana penginapan yang dicancel.

Tetapi, secara umum berdampak pada dunia usaha perhotelan di Kota Mataram.

“Dari sisi hotel saya sendiri ya (Golden Palace) ya sampai saat ini belum ada (Pembatalan), tapi ini relatif dengan keadaan di tempat lain,” kata Ernanda.

Tapi diakui atau tidak gempa kemarin, telah membawa sentimen negatif. Lesunya, bisnis perhotelan dalam tiga bulan terakhir, kembali dibuat lemas oleh gempa bumi minggu kemarin.

“Dalam dua bulan terakhir okupansi masih di bawah 30 persen, padahal kalau bulan yang sama di tahun 2018 lalu, bisa sampai 57 persen,” bandingnya.

Ernanda berharap pemerintah mau lebih terbuka. Melihat kondisi bisnis akomodasi di Kota Mataram. Jangan sampai, pemerintah ikut-ikutan membuat bisnis perhotelan semakin terpuruk.

“Kami mohon pemerintah bisa membuat kebijakan yang bisa membuat bisnis perhotelan lebih tenang, semisal bisa bebaskan dulu tax holiday, misalnya,” harapnya.

Pembebasan bukan berarti, hotel tidak membayar. Ernanda berharap pemerintah mau lebih lunak dulu dalam meminta bayaran untuk bayar pajak. Sehingga, para pengusaha bisa lebih leluasa bernafas.

Memikirkan untuk menutupi biaya oprasional. Di tengah pendapatan yang belum maksimal. Kondisi ini dengan sangat fasih menggambarkan dunia perhitelan layaknya adigum: kapal oleng, kapten!

“Intinya yang ramah bagi dunia perhotelan dulu, semoga pemerintah mau mendengar ini,” harapnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks