alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Vaksin Dulu Hewan Peliharaan Biar Tetap Lucu

MATARAM-Antisipasi terhadap penyakit rabies atau anjing gila masih terus digencarkan Dinas Pertanian Kota Mataram. Senin (18/3) kemarin, sebanyak 28 anjing milik warga dapat vaksin rabies di UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Mataram.

“Ini cara kita cegah agar rabies tidak masuk ke kota,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli.

Kegiatan ini merupakan sinergi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Menurut Mutawalli, mencegah lebih baik daripada mengeliminasi.

Dalam kegiatan itu, ikut serta lima dokter hewan. Mereka ikut memberikan vaksin dan sosialisasi pentingnya vaksin dan merawat kebersihan hewan piaraan.

“Saya berharap masyarakat tidak mendatangkan anjing dari luar daerah, apalagi yang pernah ada kasus rabiesnya,” harapnya.

Vaksin ini tujuannya menambah daya tahan tubuh hewan piaraan. Sehingga hewan piaraan bisa tetap lucu dan tidak berubah menakutkan ketika diserang virus rabies. Baik untuk anjing liar atau piaraan.

Masyaratkat juga diminta aktif melaporkan, jika menemukan gejala aneh dengan hewan piaraannya. “Aktif dan terlihat liar mau menggigit apa saja, senang di tempat gelap, menjulurkan lidah, dan mengeluarkan liur,” terangnya.

Jika menemukan gejala itu, masyarakat diminta segera melapor ke Dinas Pertanian Kota Mataram untuk diidentifikasi kemungkinan mengidap penyakit rabies.

Drh Muhammad Irfan Sabri, Kepala UPTD Puskeswan Kota Mataram mengatakan, ada beberapa program pencegahan yang akan dilakukan. Diantaranya dengan steriliasi dengan teknik operasi panhistrectomy dan ovariohistrectomy.

“Kalau nanti kami bisa dudukung dengan obat-obatan kami ingin melakukan itu,” kata Sabri.

Ovariohistrectomy adalah proses mengambil organ ovarium. Hal ini akan membuat hewan langsung mengalami menopause. Sedangkan operasi panhistrectomy  yakni memotong uterus atau rahim.

“Anjing tetap dapat menikmati hubungan seksual, tanpa bisa bunting,” terangnya.

Teknik lainnya yang bisa dilakukan yakni operasi kastrasi. Yaitu operasi yg dilakukan pada anjing jantan. Dengan mengambil organ testes sebagai mesin pembuat sel sperma.

“Sehingga tidak bisa lagi memproduksi sperma,” tandasnya.

Sementara itu drh Wahyu Setyawan Yuana dari PDHI berencana menambah bantuan vaksin ke Kota Mataram. Ini sebagai apresiasi atas upaya pemkot mengurangi langkah eliminasi dan mau menggelar vaksinasi terhadap anjing.

“Nanti akan kita usulkan penambahannya,” kata Wahyu. (zad/jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks