alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Terus Bertambah, 16 Orang PDP Korona Dirawat di RSUP NTB

MATARAM-Jumlah pasien diisolasi karena diduga Korona terus bertambah di NTB. Data terakhir menunjukkan, sebanyak 16 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dirawat di RSUP NTB.

”Enam orang masih diisolasi,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, kemarin (18/3).

Enam pasien suspect tersebut berasal dari Kota Mataram, Lombok Utara, dan Dompu, masing-masing satu orang. Kemudian tiga orang lainnya dari Kabupaten Lombok Timur. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya hanya 14 orang.

”Hingga saat ini NTB masih negatif Korona,” katanya.

Sementara untuk orang dalam pemantauan, di NTB terdapat 118 orang. Untungnya 90 orang telah selesai masa pemantauan dan negatif Korona. ”Sebanyak 28 orang masih kita pantau,” kata Putu Aryadi.

Ke-28 orang yang diobservasi, sebagian besar atau 23 orang jalani karantina rumah. ”Satu orang di Graha Mandalika dan dua orang di hotel,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi pasien yang diisolasi terus bertambah, tapi sebagian besar sudah dinyatakan negatif Korona. ”Bertambah lagi karena ada yang baru masuk dari Dompu kemarin,” katanya.

Dengan jumlah kasus yang ada saat ini, kapasitas ruang isolasi di empat rumah sakit rujukan masih mencukupi. Ruang isolasi tersebar di RSUD NTB, RSUD Selong, RS Abdul Kadir Manambai Sumbawa, dan RSUD Bima. ”Masih cukup,” katanya.

Bila situasinya memburuk, pihaknya juga sudah meminta beberapa rumah sakit melakukan persiapan sebagai backup penanganan pandemi Korona. ”Nanti bisa saling membantu,” katanya.

Sementara untuk alat pelindung diri (APD) petugas kesehatan, pemerintah pusat hanya memberikan 30 set APD dari 2.000 yang diusulkan. ”Seluruh daerah sama-sama diberikan 30 set,” katanya.

Jumlah itu tentu saja sangat kurang dari kebutuhan empat rumah sakit rujukan di NTB. ”Hanya segitu yang diberikan,” kata Eka.

APD akan didistribusikan Dinas Kesehatan tergantung kebutuhan masing-masing rumah sakit. Tapi dia berharap, NTB tetap aman dan tidak ada kasus positif Korona, sebab bila satu orang terkena penyebarannya cukup masif. ”Semoga aman warga kami minta tidak panik,” katanya.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks