alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Bebas Korona, 266 Lingkungan di Mataram Boleh Gelar Salat Idul Fitri di Masjid

MATARAM-Pemkot Mataram memperbolehkan pelaksanaan Salat Idul Fitri di tanah lapang maupun masjid. ”Kita sesuaikan dengan fatwa MUI yang baru keluar,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipedomani Pemkot Mataram, dijelaskan mengenai ketentuan pelaksanaan Salat Idul Fitri. Di tengah pandemi Covid-19.

Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan berjamaah di tanah lapangan, masjid, maupun musala. Tetapi, wilayah yang melaksanakan Salat Idul Fitri harus merupakan zona hijau. Kawasan yang menunjukkan terjadinya penurunan angka positif virus Korona.

Bisa juga untuk kawasan yang bebas Covid-19. Atau di wilayah yang diyakini tidak terdapat penularan. Misalnya di kawasan perumahan terbatas maupun pedesaan.

Untuk Kota Mataram, kata Ahyar, jika merujuk pada fatwa dari MUI, tentu terbuka peluang melaksanakan Salat Idul Fitri. Tetapi dengan dengan melakukan protokol pencegahan Covid-19. Pelaksanaannya wajib dilakukan warga kota.

”Harus dilaksanakan dengan ketat,” ucap Ahyar.

Mengenai wilayah yang boleh melaksanakan Salat Idul Fitri, Ahyar merujuk pada jumlah lingkungan. Yang masih berada di zona hijau. Dari 325 lingkungan se-Kota Mataram, terdapat 266 zona hijau. Zona hijau berarti belum ada satupun warga di lingkungan tersebut yang terdapat kasus positif Covid-19.

Adapun sisanya, sebanyak 59 lingkungan, masuk zona merah. ”Karena di sana ada kasus positif,” ujarnya.

Terhadap 59 lingkungan ini, Pemkot Mataram akan melakukan pengawasan secara ketat. Bukan saja yang berkaitan dengan pelaksanaan Salat Idul Fitri. Tapi juga kegiatan ibadah lain, yang bisa dilakukan secara berjamaah.

”Kita minta secara tegas untuk tidak diadakan kegiatan ibadah di masjid atau musala. Ini skenario yang kita lakukan, karena di sana masuk zona merah,” tandas Ahyar.

Sementara itu, juru bicara penanganan Covid-19 di Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, Pemkot Mataram terus berupaya mengejar target nol kasus positif. Sehingga aktivitas warga bisa kembali target.

”Angka negatif, dari yang sebelumnya positif, sudah lebih dari 50 persen. Kita upayakan terus sampai nol kasus,” kata Suwandiasa.

Untuk mencapai target nol kasus, Dinas Kesehatan bersama RSUD Kota Mataram tetap melakukan tracing kontak. Masyarakat juga diharapkan bisa membantu dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Guna menghindari terjadinya kasus transmisi lokal. (dit/r3/r2)

 

Berikut Daftar 59 lingkungan “zona merah” di Mataram dan diimbau untuk solat Id di rumah masing masing.

 

KECAMAYAN AMPENAN

  1. Gatep
    2. Kampung Melayu
    3. Melayu Bangsal
    4. Baturaja
    5. Tinggar
    6. Selaparang
    7. Pondok Perasi
    8. Dayan Peken
    9. Kebon Roek
    10. Pelembak
    11. Dasan Sari
    12. Karang Baru
    13. Moncok Karya
    14. Pejarakan
    15. Kebon Bawak Barat
    16. Kebon Jeruk Baru
    17. Pejeruk Bangket
    18. Pejeruk Desa
    19. Kapitan
    20. Taman Seruni

KECAMATAN CAKRANEGARA

  1. Gubug Panaraga
    22. Karang Kemong
    23. Getap Barat
    24. Karang Taliwang
    25. Karang Jero
    26. Kelodan
    27. Rungkang Jangkuk

KECAMATAN MATARAM

  1. Pagesangan Baru
    29. Karang Genteng
    30. Pesongoran
    31. Petemon

KECAMATAN SANDUBAYA

  1. Babakan Barat
    33. Babakan Timur
    34. Butun Indah
    35. Karang Rundun
    36. Pengempel Indah
    37. Tembelok
    38. Nyangget
    39. Lengdang Lekong

KECAMATAN SEKARBELA
40. Citra Warga
41. Pande
42. Karang Pule
43. Pande Besi
44. Gerisak
45. Kekalik Indah
46. Kekalik Kijang
47. Kekalik Timur
48. Bagek Kembar

KECAMATAN SELAPARANG
49. Gapuk tengah
50. Suradadi
51. Gomong Timur
52. Kamasan
53. Monjok Perluasan
54. Cemara
55. Udayana
56. Monjok Baru
57. Monjok Baru Timur
58. Dasan Lekong
59. Rembiga Barat

 

Sumber : Pemkot Mataram

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks