alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Cegah Kerumunan Malam Lebaran, Pemkot Mataram Larang Pawai Takbiran

MATARAM-Pawai takbiran dilarang Pemkot Mataram. Aktivitas di malam lebaran ini hanya boleh dilakukan di masing-masing lingkungan, tanpa kerumunan masyarakat.

”Silakan disesuaikan dengan protokol yang ketat di lingkungan. Yang pasti, tidak ada pawai takbiran,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Senin (18/5).

Kemarin, Wali Kota Mataram melakukan rapat bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir Kapolresta Mataram; Kajari Mataram; Dandim 1606/Lombok Barat; Ketua PN Mataram; juga Wali Kota Mataram.

Pejabat teras Kota Mataram membahas mengenai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri dan lebaran topat. Yang pelaksanaannya satu pekan setelah Idul Fitri.

Ahyar mengatakan, pemkot akan berusaha terus. Bersama-sama unsur TNI dan Kepolisian, untuk mengambil langkah pencegahan. Menyikapi kedua momen tersebut. Memastikan masyarakat bisa melaksanakan protokol Covid-19.

”Salah satunya bisa melalui pembatasan. Kita akan lakukan semakin ketat,” tuturnya.

Wali kota menaruh atensi khusus terkait mobilisasi warga. Yang masuk maupun keluar dari Kota Mataram. Penjagaan bakal kembali dilakukan secara ketat di perbatasan atau gerbang Kota Mataram.

Ahyar juga meminta warga luar kota, untuk sementara tidak datang dulu ke Mataram. Tujuannya untuk menjaga keamanan serta kesehatan bersama. Sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

”Saya minta sebaiknya tidak datang, saat lebaran Idul Fitri maupun lebaran topat. Kecuali ada urusan yang sangat penting,” imbau Ahyar.

Pembatasan juga dilakukan untuk momen lebaran topat. Ahyar mengatakan, banyak tokoh masyarakat dan agama yang datang menemuinya. Membahas mengenai perayaan lebaran topat.

Perayaan lebaran topat biasanya dimulai satu pekan setelah hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Lombok. Mencerminkan nilai kebudayaan, agama, dan adat istiadat.

Biasanya, lebaran topat diisi dengan berziarah ke makam-makam keramat. Kemudian berwisata ke sejumlah pantai. Nyaris di seluruh destinasi akan ramai dikunjungi warga. Tak terkecuali di Kota Mataram.

Ada dua makam yang biasanya didatangi warga ketika lebaran topat. Loang Baloq dan Bintaro. Mereka yang datang bukan saja asal Mataram, tapi dari warga luar kota. Berbondong-bondong menggunakan kendaraan.

Selanjutnya warga akan mendatangi destinasi alam di Kota Mataram. Pantai di Ampenan hingga Kecamatan Sekarbela bisa dipastikan akan ramai dikunjungi warga.

”Lebaran topat juga ditiadakan,” tutur Ahyar.

Pemkot akan menutup tempat wisata dan sejumlah makam yang dijadikan lokasi ziarah saat lebaran topat. Kedua tempat tersebut bakal dijaga petugas gabungan. Dari unsur TNI, Polri, juga Satpol PP Kota Mataram. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks