alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Hanya untuk Korona, RSUD Mataram Sudah Habiskan Rp 6 Miliar

MATARAM-Penanganan Covid-19 yang dilakukan RSUD Kota Mataram sudah menghabiskan anggaran hingga Rp6 miliar. ”Kita belum menghitung semuanya ya, tapi tapi perhitungan awal itu sudah habis Rp6 miliar,” kata Direktur RSUD Kota Mataram. dr. HL Herman Mahaputra.

Pengeluaran tersebut mencakup pembiayaan untuk pembelian alat pelindung diri (APD) dan rapid tes. Juga pembuatan ruang isolasi yang sementara ini berada di gedung Graha Mentaram.

Untuk pengambilan swab, belum masuk dalam hitungan secara kumulatif dari RSUD Kota Mataram. Kata Jack, sapaan karibnya, hingga awal pekan ini RSUD Kota Mataram sudah melakukan pengambilan swab terhadap lebih dari 600 orang.

Biaya satu kali swab mencapai Rp2 juta. Jika dikalkulasi, pengambilan swab hingga proses pengujian spesimennya menelan anggaran sampai Rp1,4 miliar. ”Ini belum semuanya kita hitung, jadi kemungkinan bertambah soal total biaya, sangat berpeluang,” tuturnya.

Dalam refocusing tahap pertama, yang dilakukan Pemkot Mataram, RSUD Kota Mataram mendapat alokasi sekitar Rp7,7 miliar. Anggaran tersebut terbagi untuk 13 kegiatan. Seperti belanja bahan pakai habis dan APD; belanja bahan material; belanja jasa kantor; belanja alat kedokteran; hingga belanja modal pengadaan jaringan telepon.

Biaya terbesar ada untuk belanja bahan habis pakai dan APD. Hingga Rp3,3 miliar. Serta pembelian alat kedokteran sebanyak Rp1,9 miliar. Sementara di refocusing tahap kedua, RSUD Kota Mataram direncanakan mendapat alokasi sampai Rp62 miliar.

Kata Jack, penanganan Covid-19 terus dimaksimalkan jajarannya. Pasien dalam pengawasan (PDP) positif yang sekarang menjalani isolasi, kondisi terus membaik. Ia berharap dalam tes-tes swab berikutnya, mereka yang semula positif bisa berubah menjadi negatif.

”Sekarang jumlah pasien yang sembuh, sudah lebih dari setengah yang positif saat ini,” Jack.

Hingga Minggu siang, Kota Mataram mencatat 139 kasus virus Korona. Sebanyak 56 orang masih dinyatakan positif dan tengah menjalani isolasi di RSUD Kota Mataram. Kemudian tiga orang diketahui telah meninggal dunia.

Sisanya merupakan kabar gembira. Yang sebelumnya positif namun telah dinyatakan negatif virus Korona. Jumlahnya mencapai 80 orang. Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, tren baik ini akan diteruskan pemkot.

”Kita terus berusaha, tentu membutuhkan dukungan masyarakat. Supaya aktivitas di kota kembali normal,” kata Suwandiasa. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks