alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Jelang Lebaran Seluruh Toko Pakaian di Mataram Tetap Boleh Beroperasi

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, keputusannya sudah bulat. ”Tidak. Saya tidak akan menutup. Tapi akan mengatur,” kata Ahyar, Senin (18/5).

Meski beberapa masyarakat dan legislatif mengkritiknya, ia tak peduli. Kecuali, jika toko pakaian melanggar kewajibannya melakukan protokol pencegahan Covid-19. ”Kalau kondisinya memang sudah tidak bisa diatur, ya kita tutup,” tegasnya.

Wali kota dua periode ini menyebut tetap beroperasinya toko pakaian, dilakukan setelah mempertimbangkan banyak aspek. Bukan semata persoalan ekonomi. Bagi Ahyar, Kota Mataram tidak pernah mengambil langkah lockdown. Sehingga toko-toko yang menyediakan kebutuhan masyarakat bisa tetap beroperasi.

Pemkot kemudian mengatur soal operasional mereka. Yang berkaitan dengan protokol pencegahan Covid-19. Seperti membatasi jam buka tutup toko; mengatur akan tidak ada kerumunan selama berbelanja; wajib memakai masker.

”Ini untuk kebaikan kita semua,” tutur Ahyar.

Pemkot Mataram sebelumnya melakukan pertemuan dengan 13 pengusaha. Yang memiliki toko pakaian di Kota Mataram. Yang ketika menjelang lebaran, dipastikan akan ramai dikunjungi masyarakat.

Saat itu, kata Ahyar, pengusaha meminta untuk pemkot tidak menutup toko pakaian milik mereka. Mereka meminta agar bisa tetap buka, tapi dengan melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

Tapi, praktik di lapangan tidak seperti itu. Banyak toko pakaian yang abai menerapkan protokol. Terutama dalam hal physical distancing. ”Itulah yang saya katakan, tidak semua yang kita inginkan dan sepakati itu bisa terlaksana,” dalih Ahyar.

Selain kepada ke-13 pengusaha, Ahyar juga mengaku telah mengirim surat kepada pemilik mall di Mataram. Mereka diperbolehkan tetap buka, namun hanya untuk tenant yang menjual bahan pokok dan makanan. Sama seperti di toko pakaian, beberapa tenant yang menjual baju di mall tetap buka seperti biasa.

”Inilah yang akan kita tertibkan. Supaya tahu modelnya orang. Kita minta tanggung jawabnya untuk melaksanakan surat kita,” kata Ahyar dengan nada tinggi.

Polemik mengenai diperbolehkannya toko pakaian tetap buka, sementara masjid-masjid maupun rumah ibadah lain ditutup, ditanggapi Ahyar. Katanya, pemkot tidak pernah melarang masjid untuk tetap buka.

Pemkot, lanjut Ahyar, hanya memberi imbauan. Sebagai umat beragama, untuk wajib menjaga diri. Menghindari berkumpul. Ibadah-ibadah yang diminta untuk ditunda pelaksanaannya di masjid maupun musala, bisa dilaksanakan di rumah. ”Kita tidak boleh berpikir kenapa masjid dilarang,” tandas Ahyar.

Setelah beredar di media sosial soal keramaian di toko pakaian, Polresta Mataram langsung turun tangan. Salah satunya dengan meminta pemilik toko pakaian di kawasan Cakranegara, untuk tutup.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto mengatakan, yang dilakukan Minggu malam bukan merupakan pembubaran atau penutupan paksa. ”Kita mengimbau kemarin. Supaya pengunjung segera menyudahi aktivitas berbelanja mereka,” kata Guntur.

Ia melanjutkan, toko tersebut telah melewati jam operasional yang diberikan Pemkot Mataram. Termasuk mengenai batasan pengunjungnya.

Terdapat juga pelanggaran lainnya. Seperti parkir yang melebihi badan jalan. Yang kemudian ditindaklanjuti kepolisian dengan memberikan tilang. Hingga pengunjung toko pakaian yang tidak menggunakan masker.

”Kita awasi terus agar protokol pencegahan Covid-19 bisa tetap dilaksanakan,” tandas Guntur.

Sementara Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa mengatakan, salah satu toko pakaian di Kota Mataram terpaksa ditutup paksa, kemarin. “Toko F kita tutup paksa karena melanggar protokol pencegahan Covid-19,” bebernya.

Sebelum ditutup, toko F sudah dipantau oleh petugas. Hasilnya, pemilik toko tidak membatasi jumlah pengunjung yang masuk. “Saya harap ini akan memberikan efek jera,” kata dia.

Sebelumnya, lanjut Nyoman, para pelaku usaha juga sudah menandatangani surat perjanjian dengan Pemkot Mataram. Mereka bisa beroperasi dengan catatan menerapkan protokoler pencegahan Covid-19. Namun pada realitanya, kesepakatan diabaikan. Pengunjung terlihat berdesak-desakan di sejumlah toko pakaian.

Tak hanya itu, jam tutup tak diindahkan. Hingga pukul 21.00 Wita lebih toko masih beroperasi. Padahal, sesuai kesepakatan para pelaku usaha, dibolehkan buka sampai pukul 21.00 Wita. “Kalau masih melanggar akan kita tindak lebih tegas,” kata dia.

Sementara Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Mataram H Ramadhani enggan menyalahkan para pelaku usaha. Menurutnya, sejauh ini para pelaku usaha sudah menerapkan protokoler pencegahan Covid-19. Mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan hingga para pengunjung yang masuk di cek suhu tubuhnya.

“Yang gak bisa diterapkan membatasi jumlah pengunjung,” kata dia.

Menurutnya, para pelaku usaha tidak mungkin menolak pengunjung yang datang. “Tidak mungkin lah para pelaku usaha akan menolak rezeki,” ungkap dia.

Sebelumnya, lanjut dia, Disdag sudah membuat posko di depan toko-toko pakaian yang menjadi pusat keramaian. Namun karena keterbatasan personel, posko tidak ada penghuni. “Saya rasa kesadaran masyarakat juga sangat dibutuhkan,” ungkap dia.  (dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks