alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Korona di Mataram Terus Melonjak, DPRD Bentuk Pansus Covid 19

MATARAM-DPRD Kota Mataram membentuk panitia khusus (pansus). Untuk pengawasan terhadap penanganan dan pencegahan Covid-19 yang dilakukan gugus tugas Kota Mataram. ”Tujuannya sudah jelas. Mengawasi. Itu bagian dari fungsi legislatif juga,” kata Ketua Pansus Penanganan Pandemi Covid-19 Abd. Rachman, Kamis (18/6).

Pembentukan pansus dilakukan setelah tiga bulan gugus tugas penanganan covid bekerja. Memang sedikit terlambat, kata Rachman. Pansus seharusnya dibentuk di awal-awal atau setidaknya satu bulan setelah gugus tugas dibentuk.

Meski terlambat, ia menilai saat ini waktu yang tepat. Banyak aspirasi masyarakat yang masuk ke setiap anggota DPRD Kota Mataram, di dapil masing-masing. Terkait kinerja gugus tugas yang tidak maksimal.

”Belum lagi soal banyaknya anggaran yang tidak efektif dalam penanganan covid ini,” ucap politisi Gerindra ini.

Pansus berencana melakukan rapat maraton dengan OPD yang menangani covid. Mempertanyakan sejauh apa progres penanganan yang sudah dilakukan. Mengevaluasinya.

”Biar lebih maksimal lagi penanganannya,” kata Rachman.

Ada lima pengawasan yang dilakukan pansus. Berkaitan dengan rencana aksi daerah untuk penanganan covid berbasis lingkungan (PCBL). Penggunaan alokasi anggaran penanganan pandemi.

Selanjutnya, penanganan kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan covid. Penanganan dampak ekonomi bagi dunia usaha, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk pemulihan dan menstimulasi kegiatan perekonomian.

Terakhir, kegiatan pendataan, penyediaan, dan penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) bagi masyarakat miskin. ”Kita ingin pastikan semua berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Rachman.

Wakil Ketua Pansus Nyanyu Ernawati mengatakan, banyak persoalan di masyarakat timbul akibat kerja gugus tugas. Masalah-masalah tersebut kemudian ditanyakan ke mereka, yang duduk di legislatif.

Anggota DPRD kemudian menanyakannya ke OPD terkait. Yang seringnya, justru dewan tidak mendapat jawaban memuaskan dari eksekutif. ”Contoh JPS. Itu dari awal kita tanya data, tapi tidak pernah dapat jawaban pasti. Padahal di bawah ada banyak masalah,” kata Nyayu.

Ada lagi persoalan selain JPS. Seperti anggaran honor untuk tim tracking dan pengawasan covid. Sebesar Rp2,3 miliar. Tugas tracking ini dijalankan Dinas Kesehatan (Dikes). Tapi, anehnya anggaran honor berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

”Yang seperti ini kan membingungkan,” ujarnya.

Pansus sudah mulai bekerja dengan melakukan rapat internal, kemarin. Selanjutnya, melalui Sekretariat Dewan (Setwan) mereka akan memanggil OPD yang tergabung dalam gugus tugas penanganan covid di Kota Mataram.

”Data penggunaan anggaran kita minta tunjukkan juga. Supaya jelas, apa-apa saja yang dikerjakan dan berapa biayanya,” tandas Nyayu. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks