alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Lurah Diadukan ke Polisi, Pemkot Mataram Pelajari Kasus Perkawinan Sejenis

MATARAM-Pemkot Mataram belum bisa menentukan sikap. Setelah salah satu pejabatnya, Lurah Pejarakan Karya, dilaporkan ke polisi. ”Kita mau perjelas dulu posisi kasusnya seperti apa,” kata Kabag Hukum Setda Kota Mataram Hubaidi, kemarin.

Bagian Hukum bisa saja memberikan pendampingan atau bantuan. Tapi, khusus untuk delik perdata maupun yang berkaitan dengan tata usaha negara (TUN). Namun, tidak dengan delik pidana. Hubaidi mengatakan, tidak ada kewenangan Bagian Hukum untuk terlibat.

Contohnya, seperti pada kasus yang menjerat mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Sudenom. Bagian hukum tidak ikut turun karena Sudenom terjerat kasus pidana, terkait korupsi.

”Itu makanya kita butuh mempelajari secara detal posisi kasusnya. Apakah pidana atau perdata,” tuturnya.

Lurah Pejarakan Karya diketahui dilaporkan ke Polda NTB bersama Kepala Lingkungan Pejarakan dan Kepala KUA Ampenan. Imbas dari peristiwa pernikahan sesama jenis antara Supriadi alias Mita dan Muhlisin, warga Desa Gelogor, Lombok Barat (Lobar).

Camat Ampenan Syamsul Irawan juga turut menanggapi pelaporan tersebut. Katanya, hak warga negara untuk melapor ke kepolisian. Apabila terjadi dugaan tindak pidana. ”Kalau sudah seperti itu, kita serahkan saja pada prosesnya,” kata Syamsul.

Ikut terseretnya pejabat kelurahan di wilayahnya, disayangkan Syamsul. Hal tersebut sebenarnya bisa dicegah. Jika saja aparatur dari tingkat lingkungan dan kelurahan bisa lebih cermat.

Meski begitu, peristiwa antara Su alias Mita 25 tahun dan Mu 31 tahun harus dijadikan pelajaran. Syamsul tak ingin lagi ada kejadian serupa di wilayahnya. ”Supaya tidak kecolongan. Tidak saja untuk pernikahan, tapi juga hal lain,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Pejarakan Karya Burdi tak memberi respons terkait pelaporannya. Pesan yang Lombok Post melalui aplikasi whatsapp ke nomor Burdi, hanya dibacanya.

Sebelumnya, penasihat hukum Mu, Aan Ramadhan melaporkan kepala lingkungan Pejarakan; Lurah Pejarakan Karya; dan Kepala KUA Ampenan ke polisi. ”Sudah masuk laporannya ke Polda,” kata Aan.

Mereka dilaporkan karena telah mengeluarkan rekomendasi dan keterangan palsu dalam bentuk akta autentik. Berupa surat Surat Pengantar Perkawinan Nomor 38/RIRKK/V/2020 tertanggal 27 Mei 2020. ”Surat itu ditandatangani Lurah Pejarakan dan pihak dari lingkungan tempat tinggal Mita,” terangnya.

Dalam rekomendasi itu juga ditandatangani pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Selanjutnya, surat rekomendasi itu diserahkan ke KUA Kediri, Lombok Barat (Lobar). ”Anehnya, di surat rekomendasi itu, disebutkan identitas Mita berjenis kelamin perempuan. Padahal, Mita ini adalah pria,” bebernya.

Pihak Kepala Lingkungan juga kembali mengeluarkan akta autentik berupa surat keterangan wali nikah Nomor: 01/LkL-RIR/V/2020. Pada surat tersebut juga ditandatangani atas nama Lurah Pejarakan.

Dalam surat keterangan wali nikah itu disebutkan, wali nasab Mita sudah meninggal dunia dan tidak memiliki wali nasab seorang pun. Sehingga, pernikahan itu diserahkan ke KUA Kediri untuk bertindak sebagai wali hakim sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005.

”Dari pembuatan surat palsu itulah, Mita dan klien saya ini dapat melangsungkan pernikahan, 2 Juni 2020 lalu. Pada pernikahan itu dihadiri juga oleh Kepala Lingkungan,” bebernya.

Itu yang menjadi dasar Aan melaporkan pihak-pihak yang menandatangani surat rekomendasi pernikahan Mita dan kliennya. Mereka dilaporkan atas dugaan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan identitas juncto pasal 277 KUHP tentang asal usul perkawinan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks