alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Taman Mayura Mataram Diusulkan Jadi Tempat Penangkaran Burung

MATARAM-Salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik Kota Mataram adalah Taman Mayura. Ini adalah destinasi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Bali di Pulau Lombok.

Sayangnya, pesona taman yang dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem ini perlahan memudar. Tak banyak wisatawan yang datang ke tempat ini.

“Kalau kami dari pihak kelurahan berharap, Taman Mayura berbenah. Misalnya bisa jadi penangkaran burung,” ujar Lurah Mayura, Kecamatan Cakranegara Made Swarta.

Penangkaran burung yang dimaksud di Taman Mayura disiapkan kandang berukuran besar untuk habitat sejumlah burung. Sehingga bisa menjadi kebun binatang mini yang ada di tengah kota.

Tujuannya agar ada anak-anak dan warga senang berkunjung ke Taman Mayura yang menjadi wisata edukasi. “Bisa burung Cerucuk, kemudian Koak Kaok, Kakak Tua, dan aneka burung lainnya. Jadi warga bisa mengajak anak-anaknya untuk melihat burung sambil rekreasi,” sarannya.

Lurah yakin jika itu dilakukan, suasana di Taman Mayura akan lebih hidup dan memiliki kekhasan. Apalagi, di taman ini juga sering diadakan lomba burung. Pemanfaatan Taman Mayura menjadi lokasi penangkaran burung terasa tepat merujuk sejarah penamaan Taman Mayura yang berarti ‘merak’.

Selain menjadi penagkaran burung, Swarta juga mengharapkan di area Taman Mayura bisa jadi wisata kuliner. Misalnya sate Bulayak dan Ayam Taliwang. Lokasi wisata kuliner ditata dan diatur biar rapi. Agar memberi dampak ekonomi kreatif warga sekitar.

“Jadi orang bisa rekreasi, bisa belajar situs bersejarah, dan mengenal satwa burung. Sudah kami sampaikan ke pengelola dan disambut baik. Cuma menunggu pandemi ini berakhir,” terang lurah.

Termasuk di Mayura menurutnya bisa menggelar Festival Budaya seperti presean rutin tiap akhir pekan. Panitia mengundang Pepadu (petarung presean). Hal ini diyakini pasti akan membuat ramai Taman Mayura oleh warga yang datang menonton. “Karena Presean ini menjadi budaya Lombok,” cetusnya.

Terlebih menyambut event MotoGP, Dinas Pariwisata Kota Mataram diminta pintar menangkap peluang. Bagaimana wisatawan yang menonton MotoGP mau datang ke Mataram agar mereka bisa membelanjakan uangnya sehingga perekonomian warga bisa pulih kembali.

Terkait kerusakan Taman Mayura akibat gempa. Tahun ini rencananya akan diperbaiki pihak Cagar Budaya pemerintah pusat. “Timnya sudah turun beberapa waktu lalu dan rencananya akan diperbaiki tahun ini,” ucapnya.

Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kota Mataram Vidi P Gamanjaya mengatakan usulan Taman Mayura menjadi lokasi penangkaran burung sangat bagus. Hanya saja, semua tergantung pengelola. “Karena Taman Mayura itu milik perseorangan. Anak Agung yang punya,” terangnya.

Pemerintah Kota Mataram dikatakannya hanya bisa bekerja sama mensupport kebutuhan pengelola untuk menata situs bersejarah tersebut. “Kami bantu bean bag hingga tenaga kebersihan di Mayura dan Pura Meru. Karena itu bagian dari destinasi wisata sejarah. Tapi menarik juga kalau rencana itu disampaikan ke Anak Agung,” ucapnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks