alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Jam Malam, Tempat Hiburan di Mataram Harus Tutup Pukul 22.00 Wita

MATARAM-Sejumlah kafe di Kota Mataram disisir petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Mereka meminta pemilik usaha tutup pukul 22.00 Wita.

“Kalau tidak mau patuh, akan kita berikan sanksi,” kata Kasi Operasional dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram I Made Agus Jewe, Jumat (17/7).

Di Kafe Kenjir Jalan Ahmad Yani dan Lesehan Suandana Pagutan petugas menemukan beberapa karyawan dan pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan. “Kita suruh push up jika tak pakai masker,” ujar mantan Lurah Cakra Timur ini.

Sebelumnya, tempat hiburan malam lainnya juga sudah didatangi petugas. Seperti Bidari, Kingsman, dan sejumlah tempat hiburan di Gang Rambutan Sindu. Mereka juga diminta tutup pukul 22.00 Wita.

“Jika sudah ada teguran dan pengusaha tetap bandel, izin usahanya bisa dibekukan,” singkat pria yang karib disapa Jewe ini.

Untuk memastikan pengusaha tutup pukul 22.00 Wita, pihaknya akan tetap melakukan patroli tiap malam. “Kalau ada yang masih buka jam sepuluh malam, tentu akan ketahuan,” tuturnya.

Tak hanya tempat hiburan, namun tempat-tempat keramaian lainnya juga disisir petugas. Seperti Taman Udayana, Pantai Boom Ampenan, dan Pantai Loang Baloq. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan akan menjadi atensi untuk mencegah penularan Korona di Kota Mataram. “Ayo, kita sama-sama melawan Covid-19,” tuturnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, disiplin warga dan pengusaha menjadi perhatian serius dalam upaya mencegah penularan Korona di Kota Mataram. Diakuinya, banyak warga tidak menggunakan masker saat keluar rumah. Mereka menyepelekan Korona.

“Nah inilah yang menjadi tugas pemkot memberikan pemahaman kembali bahaya Korona,” kata Nyoman.

Untuk sanksi bagi warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan masih dikaji. Paling tidak, kata Nyoman, warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan didenda. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks