alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

TANJUNG-Kebakaran melanda lahan perbukitan Dusun Nipah Desa Malaka Kecamatan, pukul 14.00 Wita, kemarin (18/8). Kencangnya angin membuat rembetan kebakaran semakin meluas dengan cepat hingga bukit Pandanan. Hal ini menimbulkan pedaman listrik di Desa Malaka, Desa Pemenang Barat, hingga Tiga Gili.

Hingga pukul 22.00 Wita, api belum kunjung bisa dipadamkan. Hal ini diduga karena titik hotspot kebakaran diduga melebihi 10 titik.

Operasional Kebakaran Damkar KLU Arif Chandra menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya kebakaran hutan pada pukul 14.00 Wita. Titik awal kebakaran itu dikatakan Chandra diduga berasal dari lahan di belakang Puskesmas Nipah. Hembusan angin menuju daratan yang sangat kencang membuat api bergeser ke tiga titik.

“Terus bertambah lagi hotspotnya hingga menjadi banyak, dan bahkan sulit dijangkau petugas kami,” ungkapnya pada Lombok Post di lokasi kebakaran.

Meski begitu, seluruh personel Damkar KLU terus mengantisipasi agar api tersebut tidak sampai ke permukiman warga. Terutama hotspot yang berdekatan dengan kabel listrik utama. Sebab hal ini bisa membahayakan fasilitas umum.

Chandra mengatakan, sebaran hotspot yang banyak tak lepas dari arah angin yang berpindah-pindah. Ini membuat terjadi gesekan radiasi panas dan membuat api semakin menyebar hingga ke perbukitan Pantai Padanan.

Banyaknya hotspot dan bentuk topografi lokasi kebakaran yang berupa perbukitan terjal membuat personel Damkarkesulitan melakukan pemadaman. Baik itu secara manual maupun memakai tim pedamam kebakaran.

“Dan memang kalau dibilang besar ini apinya yang sporadis dia. Karena ini sudah beberapa kali,” akunya

Chandra mengungkapkan, kejadian kebakaran di KLU sudah mencapai 38 kasus. Itu tersebar mulai dari Kecamatan Bayan hingga Kecamatan Pemenang. Sebelum kebakaran di Nipah ini, kata Chandra, kebakaran juga terjadi di Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat, Sabtu malam (17/8).

“Yang jelas sudah ada beberapa titik di sini. Pandanan, Nipah dan Teluk Kombal,” katanya

Untuk memadamkan kebakaran tersebut, Damkar mengerahkan dua armada, yakni mobil tembak dan suplai. Meski begitu, pihaknya mendapatkan bantuan armada dari BPBD KLU, PMI dan Dinas LH.  Namun melihat potensi sebaran api, ia mengaku juga meinta bantuan ke Polda NTB untuk dikirimkan water cannon.

“Personel kita saat ini ada 15 orang yang kita kerahkan, dan totalnya 20 orang di tambah dengan kepala bidang, kepala seksi sama perwira piketnya,” ungkapnya.

Chandra mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan api bisa dipadamkan. Menurutnya itu tergantung arah angin yang berhembus. Terlebih gesekan panas terus terjadi dan membuat hotspot kebakaran terus berpindah. Sebab itu, pihaknya tetap standby di lokasi hingga jam berapa pun.

“Makanya kita menunggu suplai air, kalau suplai air cukup kita akan bergeser lagi,” ungkapnya.

Ditanyai mengenai luas lahan yang terbakar, ia mengaku belum tahu pasti akan hal itu. Sebaran diperkirakan akan semakin luas jika angin terus berhembus kencang. Terlebih lagi, bara dari kayu yang terbakar belum tentu padam dan bisa berpotensi menjadi api lagi.

“Kalau penyebab kebakaran kita belum tahu. Itu ranah pihak berwajib untuk mengusut,” tandasnya.

Lamanya proses pemadaman api tak lepas dari kekurangan personel dan sarana yang dimiliki Damkar KLU. Chandra mengakui, KLU saat ini hanya memiliki tiga unit mobil tembak dan tiga unit obil suplai. Idealnya, setiap kecamatan seharusnya memiliki paling tidak satu unit mobil tembak dan satu unit mobil suplai.

“Di lima kecamatan ini setidaknya kita harus memiliki 15 unit. Karena di pos juga itu harus ada 2 unit, idealnya seperti itu,” pungkasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks