alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Anak-anak Korban Gempa Sekolah Lagi, Gubernur Resmikan Enam Sekolah

MATARAM-Pendidikan yang baik menjadi syarat mutlak untuk menciptakan masyarakat maju dan sejahtera. Karena itu, para korban gempa tidak hanya butuh rumah, tetapi juga butuh bantuan perbaikan sekolah.

”Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat meresmikan enam unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk korban gempa Lombok di Lombok Barat, kemarin (18/9).

Zul mengaku sangat bahagia ketika menyaksikan anak-anak NTB kembali bersekolah. Itu menunjukkan warga NTB sudah bangkit dan pulih dari bencana gempa.

Menurutnya,  perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan kelompok  masyarakat membuat pemulihan berjalan cepat. Pembangunan enam sekolah yang dibangun antara lain Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SDN 1 Sigar Penjalin, dan SDN 3 Pemenang. Ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Sekolah lainnya adalah MI At-Tahzib, Desa Kekait, Lombok Barat; SDN 2 Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat; serta SDN 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat gempa. Sehingga selama ini siswa-siswi masih belajar di sekolah darurat. Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali dengan kondisi jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Delapan sekolah dibangun dengan ruangan ukuran 9×7,8 meter dan selasar lebar 1,8 meter. Serta enam ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang kepala sekolah. Juga ada ruang perpustakaan dan usaha kesehatan sekolah (UKS).

Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik. Begitu pula dengan penerangan listrik masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

TGH Zaini selaku ketua Yayasan Pendidikan At-Tahzib mengaku sangat bersyukur dengan bantuan ini. Bangunan yang dirintis sejak 1952 itu hancur akibat gempa.

Donasi gempa Lombok yang terkumpul Rp 12 miliar. Disalurkan melalui Dompet Kemanusiaan Media Group. Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp 4,7 miliar, rekening Bank Mandiri Rp 5,3 miliar dan Rp 2 miliar lebih di Bank BRI. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks