alexametrics
Jumat, 4 Desember 2020
Jumat, 4 Desember 2020

Di Mataram, Satu Pasien Korona Habiskan Biaya Rp 45 Juta

MATARAM-Pembiayaan pasien Covid-19 di Kota Mataram menelan biaya yang besar. Terhitung, RSUD Kota Mataram mengajukan klaim mencapai Rp 32 miliar untuk penanganan ratusan pasien Korona sejak era pandemi.

“Total yang sudah kami kerjakan klaim itu Rp 32 miliar. Tapi berkas yang sudah diverifikasi dan layak sebesar Rp 21 miliar. Dari 21 itu sudah terbayarkan Rp 17 miliar,” ungkap Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL  Herman Mahaputra kepada Lombok Post.

Saat ini, RSUD Kota Mataram masih menunggu Rp 4 miliar untuk ditransfer dari Kementerian Kesehatan. Sisanya, 11 miliar sedang diverifikasi untuk mencari tahu syarat yang kurang dan perlu diperbaiki. Sehingga klaim bisa diajukan ke Kementerian Kesehatan.

Dokter Jack, sapaan Herman Mahaputra memaparkan hampir 700 warga yang dinyatakan positif Covid-19 dirawat di RSUD Kota Mataram. Mereka tergolong dalam kategori ringan atau dirawat tanpa ventilator, sedang dengan atau tanpa ventilator, hingga kategori berat dengan komplikasi.

Jika dikalkulasikan antara klaim dan jumlah pasien Korona yang ditangani RSUD Kota Mataram, maka rata-rata satu pasein membutuhkan biaya setidaknya Rp 45 juta. Jumlah ini tentu cukup besar.

Pembiayaan pasien Korona mengacu pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK.02/2020 tertanggal 6 April 2020. Aturan besaran tarif klaim pasien positif Covid-19 sudah diatur. Khususnya untuk rawat inap. Untuk pasien Covid-19 tanpa komplikasi, biaya perawatan pasien Korona di ruang ICU dengan ventilator Rp 15,5 juta per hari.

Sedangkan tanpa ventilator Rp 12 juta per hari. Kemudian biaya perawatan pasien Korona di ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp 10,5 juta, tanpa ventilator Rp 7,5 juta. Sedangkan biaya perawatan pasien korona di ruang isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp 10,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp 7,5 juta per hari.

Untuk pasien Covid-19 dengan komplikasi, biaya perawatan pasien Korona di ruang ICU dengan ventilator Rp 16,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp 12,5 juta per hari. Lalu biaya perawatan pasien corona di ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta, tanpa ventilator Rp 9,5 juta. Sedangkan biaya perawatan pasien Korona di ruang isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp 9,5 juta per hari.

Dokter Jack menjelaskan, verifikasi dilakukan pihak BPJS Kesehatan. Kemudian dari Kementerian Kesehatan yang akan membayar klaim.

Informasi yang diketahui dari Dirjen Kementerian Kesehatan, anggaran untuk klaim saat ini sudah tersedia. Sehingga tidak ada yang dipastikan tidak terbayarkan oleh Kementerian.

“Saya pernah ketemu dengan Dirjen-nya, kebetulan teman saya saat kuliah. Dia bilang segera saja ajukan klaim, anggarannya sudah ready di Kementerian Kesehatan,” paparnya.

Hanya saja, saat ini kendalanya ada pada saat verifikasi. “Tapi insya Allah sisa waktu satu bulan setengah ini bisa selesai dan klaim bisa terbayar,” terangnya.

Dengan terbayarnya klaim pasien Covid-19, realisasi target pendapatan RSUD Kota Mataram tahun ini diyakini bakal tercapai. Meskipun angka kunjungan pasien umum mengalami penurunan drastis. Namun jika lihat data realisasi Oktober, RSUD Kota Mataram sudah merealisasikan target Rp 138 miliar.

“Insya Allah sampai akhir tahun bisa lebih dari Rp 150 miliar. Karena kondisi pasien berangsur normal per hari bisa sampai seribu,” terang Dokter Jack. “Sebenarnya kalau kondisi normal, saya berani pasang target Rp 200 miliar,” sambungnya.

Sementara Kepala BKD Kota Mataram M Sakirin Hukmi mengatakan, untuk target BLUD RSUD Kota Mataram tahun 2020 mencapai Rp 165 miliar sebelum ada perubahan. Tahun 2021 targetnya menurun menjadi Rp 140 miliar. “Karena situasi Covid-19 targetnya ada penurunan,” kata dia.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron menegaskan, RSUD Kota Mataram layak dibebani target PAD tinggi. Karena Pemkot Mataram sudah memberikan bantuan anggaran di tahun 2019 untuk pembangunan gedung IGD Rp 10 miliar.

“Kemudian di masa Covid-19 ini kami bantu Rp 5 miliar untuk pemulasaran jenazah dan ruang isolasi. Belum lagi kami intervensi dengan APBD untuk pengembangan teknologi di sana puluhan miliar,” ungkapnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Masukkan Program Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Program-program yang dicetuskan pasangan nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) selalu bikin takjub. Salah satunya, memasukkan Mitigasi Bencana dalam kurikulum sekolah.

Industri Kreatif, Solusi Muda Hadirkan Lapangan Kerja

Debat publik putaran ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram telah selesai digelar. Pasangan HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda tampil maksimal dalam debat pamungkas.

Percepat Pemulihan Ekonomi, HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal

Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian di Kota Mataram melambat. Sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Mataram mengalami penurunan cukup signifikan.

Kampus Kemungkinan Dibuka Pertengahan Januari

Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada semester genap tersebut, perkuliahan akan menerapkan hybrid learning. Yaitu, kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Lagi Kader PDIP Ditangkap KPK, Kali ini Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis (3/12). Tim penindakan KPK mengamankan Kader PDI Perjuangantersebut  sekitar pukul 13.00 WIB.

Survei Indikator, Pathul-Nursiah Unggul di Pilbup Loteng

Hasil survei Indikator sejak 25-29 November lalu menempatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati HL Pathul Bahri-HM Nursiah unggul telak dengan perolehan 45,9 persen. Terpaut jauh dari pasangan di posisi kedua.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks