alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Bantuan Jadup Korban Gempa Sumir

MATARAM-Bantuan jaminan hidup (Jadup) bagi korban gempa Lombok-Sumbawa belum ada kepastian. Meski ditarget paling lambat Maret mendatang, sampai sekarang belum ada tanda-tanda Jadup akan dicairkan.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat saat berkunjung ke Mataram kemarin (19/2) menjelaskan, 28 November 2018, Kemensos telah menyerahkan data penerima 19.099 jiwa senilai Rp 11,4 miliar.

Terdiri dari Kota Mataram 7.642 jiwa senilai Rp 4,5 miliar, Lombok Tengah 650 jiwa senilai Rp 390 juta, Lombok Barat 3.380 jiwa senilai Rp 2 miliar lebih, dan Sumbawa Barat 7.427 jiwa Rp 4,4 miliar.

Dana itu diajukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ke Kementerian Keuangan. ”Semua usulan bantuan korban gempa di NTB dikoordinasikan BNPB,” katanya, kemarin (19/2).

Karena usulan masuk akhir November, waktu pencairan terlalu mepet sehingga tidak bisa. Usulan dilanjutkan tahun ini. Tapi pimpinan BNPB di tengah jalan berganti. Kemensos sudah berkoordinasi dengan pimpinan yang baru. Disepakati, seluruh usulan rehabilitasi dan rekonstruksi masuk dalam usulan BNPB, termasuk di dalamnya bantuan Jadup.

”Kementerian Keuangan siap menyalurkan bantuan,” jelasnya.

Sambil menunggu pencairan bantuan Jadup, Kemensos memberivikasi tiga kabupaten terdampak yang diusulkan pada tahap dua yakni Lombok Utara 233.541 jiwa dengan nilai bantuan Rp 140,1 miliar, Lombok Timur 32.684 jiwa senilai Rp 19,6 miliar, dan Sumbawa 5.655 jiwa nilai bantuan Rp 3,3 miliar. Total calon penerima bantuan di tiga daerah 271.880 jiwa dengan nilai bantuan Jadup Rp 193 miliar lebih.

Harry belum bisa memastikan kapan dana itu bisa dicairkan. Sebab, semua jenis bantuan baik perbaikan rumah, pendidikan, kesehatan, termasuk Jadup sedang diusulkan di Kementerian Keuangan. ”Kami dalam posisi menunggu,” katanya.

Mengenai waktu pencairan ditentukan Kementerian Keuangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri meminta secepatnya dicairkan. Bila anggaran itu ada di Kemensos mungkin akan cepat dicairkan. Tapi anggaran Kemensos untuk bencana hanya Rp 235 miliar, sementara usulan Jadup dan Huntara saja sudah mencapai Rp 300 miliar. Sehingga dana Jadup harus menggunakan dana siap pakai di Kementerian Keuangan, proses pencairannya tidak gampang.

”Prosedurnya tidak bisa langsung kita minta pencairan, kalau dana hibah itu bisa langsung kita cairkan,” tegasnya.

Bantuan PKH

Sementara itu, Kemensos bersama Kementerian Perindustrian, kemarin menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gelanggang Olahraga (GOR) 17 Desember, Turida.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto hadir dalam penyerahan bantuan itu. Termasuk Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Dalam penyaluran bantuan PKH kali tersebut, Menteri Airlangga mengajak warga menyebutkan nama presiden Joko Widodo berulang kali.

”Siapa presiden kita? Haji Joko Widodo…!” serunya diikuti warga berulng kali.

Dalam pidatonya, Airlangga mengatakan, program PKH menjadi inspirasi karena mendorong warga untuk mandiri. Setelah mandiri warga akan dilepas untuk melanjutkan usahanya. Tahun ini, pemerintahan Joko Widodo menaikkan jumlah bantuan. Semuanya disalurkan melalui kartu agar tidak diselewengkan. Itu menunjukkan Presiden Joko Widodo ingin penyaluran bantuan lebih baik dan tepat sasaran.

”Kalau mau bantuan ini lanjut, presiden juga lanjut, setuju?” seru Airlangga yang dijawab setuju warga.

Terkait hal tersebut, Airlangga membantah bila apa yang dilakukan adalah kampanye untuk pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Kata-kata ajakan melanjutkan yang dimaksudnya adalah melanjutkan program.

”Tidak (kampanye) hari ini hanya menyampaikan program pemerintah. Sebut presiden karena hari ini presiden kita pak Jokowi,” tegasnya.

PKH Dicairkan Lebih Cepat

Sementara itu, terkait PKH ini, Harry Hikmat menjelaskan, bantuan sosial PKH dan BPNT merupakan program untuk menekan kemiskinan dan ketimpangan.

Tahun 2019, alokasi anggaran PKH ditingkatkan dari Rp 19,2 trilliun menjadi Rp 34,4 trilliun. BPNT semula mencakup 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Tahun ini bertambah menjadi 15,6 juta KPM.

Sementara penyaluran bantuan sosial PKH yang semula dicairkan Februari, Mei, Agustus dan November menjadi Januari, April, Juli dan Oktober. Skema bantuan yang sebelumnya flat menjadi non-flat atau bervariasi.

”Bantuan PKH disesuaikan dengan beban kebutuhan keluarga, maksimal empat orang tiap keluarga,” katanya.

Bantuan tetap bagi PKH reguler Rp 550 ribu, dan Rp 1 juta untuk PKH akses. Diberikan sekali setahun pada penyaluran tahap pertama. Di samping itu, juga ada komponen bantuan per jiwa seperti ibu hamil mendapatkan Rp 2,4 juta, anak usia dini 0-6 tahun Rp 2,4 juta, anak SD/sederajat Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, anak SMA Rp 2 juta, lanjut usia 60 tahun ke atas Rp 2,4 juta, dan penyandang disabilitas berat Rp 2,4 juta.

Harry menyebutkan, realisasi penyaluran bantuan sosial secara nasional per 30 Januari 83,50 persen untuk PKH dan 90.88 persen untuk BPNT. Nilai bantuan PKH dan BPNT  tahap I yang disalurkan ke NTB Rp 421,4 miliar lebih.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah berharap bantuan yang diberikan pemerintah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sistem PKH mengarahkan warga menjadi keluarga mandiri sehingga keluar dari zona kemiskinan. Bila menyatakan diri mandiri, pemerintah akan memberikan bantuan alat usaha berupa mesin, sehingga punya penghasilan tetap dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah lagi. (ili/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks