alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Jangan Tunggu Pengendara Celaka!

MATARAM-Sudah beberapa hari. sebuah lubang besar menganga di jalan TGH Faisal. Sebab tak kunjung ditangani, warga sekitar pun berinisiatif. Memasanginya tanda bahaya. Menggunakan Traffic Cone, ranting, hingga karung.

Keberadaan lubang itu kerap membuat cemas dan membahayakan pengendara. Sebab posisinya persis di tengah jalan. Menurut salah satu warga sekitar Jalaludin, lubang itu memang acap kali membuat orang kaget. Bahkan pernah ada yang jatuh.

“Tahunya kan jalan di sini mulus. Tiba-tiba ada lubang. Ya kaget. Ada juga yang terpeleset,” tutur Jalal.

Jalal sendiri tidak tahu persis. Bagaimana lubang itu tiba-tiba menganga. Tapi sebelum diberi tanda bahaya, ukuran lubang itu dulunya kecil. Lama kelamaan makin membesar begitu terlindas kendaraan bertonase sangat berat.

“Pengendara motor kaget. Kalau truk atau yang besar-besar itu bikin, lubangnya tambah besar,” imbuhnya.

Saat malam hari lubang itu makin membahayakan. Penerangan jalan tidak begitu jelas membuat lubang itu jelas terlihat. Belum lagi bila keadaanya sedang hujan lebat. Ia berharap pemerintah segera menutupi lubang itu. Agar tidak ada lagi keselamatan pengendara yang terancam.

Terutama yang tidak tahu ada lubang menganga di sana. “Banyak yang kaget juga, begitu mau nyalip lihat ada tanda dan panik. Hampir jatuh,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurraman mengatakan, jalan TGH Faisal merupakan kewenangan provinsi. Tapi karena kondisi lubang mengkhawatirkan, ia berjanji segera turun memperbaikinya.

“Iya nanti kita tutup. Salah kalau tidak kita tangani,” kata Miftah.

Menurut Miftah, jalan berlubang tidak hanya di sana. Tapi beberapa tempat lain dengan risiko keselamatan yang tinggi. Ia mengaku sempat protes, karena beberapa persoalan itu tidak segera direspons cepat oleh provinsi.

Semisal, jembatan di Dasan Cermen yang pembatasnya telah hancur. “Seharusnya itu bisa segera ditangani, karena berbahaya kalau tidak ada pembatasnya,” cetusnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks