alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Video Mesum Siswa Beredar

MATARAM-Dunia Pendidikan Kota Mataram kembali tercoreng. Kali ini, warga dihebohkan dengan beredarnya video mesum sepasang pelajar SMA di Kota Mataram.

Video tersebut beredar melalui handphone di kalangan para pelajar SMA. Video itu berdurasi sekitar 3.44 menit.

Dalam rekaman video itu, siswa RN (Inisial, Red) dan siswi NN (Inisial, Red) dari SMAN 3 Mataram  tampak begitu tenang merekam dirinya melakukan hubungan badan. Mereka dengan santai melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri di sebuah kamar.

Rekaman video mesum sepasang pelajar itu sudah beredar sejak beberapa hari lalu. Banyak pelajar di Kota Mataram tersebut memiliki rekaman video mesum itu. Mereka menyimpannya di handphone masing-masing.

“Yang punya video anak-anak paskib. Karena dulunya NN anak paskib dan penari,” kata Waka Humas SMAN 3 Mataram H Dwi Sunarto.

NN dikenal sebagai siswa pintar. Ia kerap menjadi juara di kelas IPA. Ketika ada video tersebut guru dan siswa kaget. Bahkan tidak percaya kalau itu NN.

“Siswanya pendiam. Tidak nakal atau aneh seperti siswa lainnya,” sebutnya.

Dari informasi didapatkan, video ini sudah terjadi beberapa hari lalu, hanya saja siswa menyembunyikannya. Namun bagaimanapun ditutup, tetap saja terbongkar. Bahkan pihak sekolah meminta agar siswa lainnya tidak menonton video tersebut.

Permasalahan ini sudah diselesaikan pihak sekolah bersama keluarga. Dwi sudah memanggil kedua orang tua siswa tersebut. Ia tidak mempertahankan siswanya ini karena dikhawatirkan mendapat protes dari siswa lainnya.

Jangan sampai siswa lainnya mengatakan sudah melanggar aturan masih saja dipertahankan. Disi lain juga akan menjadi beban mental bagi kedua siswa ini. Karena nantinya akan menjadi cemoohan bagi siswa lainnya. “Takut nanti kedua siswa ini akan dikucilkan,” tuturnya.

Masalah ini sudah diselasaikan dengan orang tua. Dan orang tua RN dan NN pun sudah menerima. Meski demikian ia sudah mencarikan sekolah lain kepada siswa ini sebagai bentuk tanggung jawab sekolah.

Sementara itu Suzana, salah seorang dosen PTS mengatakan, sudah terjadi degradsi moral pada anak-anak sekarang. Meski demikian, harus terlebih dahulu harus ditelusuri seperti apa siswa di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagaimana kesehariannya di rumah. Apakah orang  tuanya menanamkan  nilai-nilai agama yang kuat di keluarganya. “Ini harus kita tahu,” sebutnya.

Anak pintar tidak menjadi ukuran akan melakukan tindakan yang melanggar norma. Dibutuhkan akhlak yang baik. Perilaku ini harus ditanamkan sejak kecil. Sehingga dibawa hingga dewasa “Perlu ada pendidikan karakter,” sebutnya.

Apa yang dilakukan siswa ini juga tidak lepas dari pengaruh globalisasi. Teknologi yang cukup canggih membuat siswa dengan mudah mengakses apa yang ada dibelahan dunia lain. “Bisa juga ini dipengaruhi budaya luar,” tutupnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks