alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

IAGI: Glamping dan Wisata Helikopter ke Rinjani Perlu Kajian Mendalam

MATARAM-Penyediaan fasilitas heli tourism dan penginapan mewah di Gunung Rinjani ditolak. ”Pendaki, TO dan pencinta alam tidak setuju,” kata Kuswandi Harun alias Stuk, salah seorang trekking organizer (TO) Gunung Rinjani, kemarin (19/2).

                Apapun alasannya, kata Stuk, dia tidak setuju karena pasti akan merusak keindahan alam Rinjani. ”Pasti dia akan menyaingi usaha pendakian lokal,” katanya.

                Menurutnya, camping mewah atau glamorous camping  (Glamping) di Rinjani pasti akan menjadi satu kesatuan paket wisata dengan heli tourism. Sehingga mereka tidak mungkin menggunakan TO dan porter lokal. Kalau mereka mengaku akan menggunakan tenaga lokal, dia ragu. ”Ini sama saja bohong,” katanya.

                Konsep penginapan mewah hanya satu hari yang ditawarkan PT Rinjani Glamping Indonesia pasti akan menggunakan helikopter. ”Kalau mendaki kita butuh waktu tiga hari, tarus bagaimana mau satu hari kalau gak pakai heli,” katanya.

                Jika diizinkan, lambat laun pembangunan fasilitas itu akan menggerus mata pencairan para TO dan porter di sana.  ”Jangka panjangnya ini akan menghapus pendakian secara konvensional,” katanya.

                Kekhawatiran lainnya, kalau bisnis mereka lancar, dia yakin helikopter akan mondar mandir di kawasan hutan Rinjani. ”Itu akan sangat  berpengaruh terhadap flora dan fauna di Rinjani,” katanya.

Dari sisi estetika, aktivitas glamping dan heli tourism di Gunung Rinjani juga tidak elok. ”Dia akan merusak estetika di Rinjani,” katanya.

Gunung Rinjani, kata Stuk, bukan saja tempat wisata pendakian, tapi rinjani punya makna mendalam bagi masyarakat Lombok. ”Di sana tempat orang beribadah, meditasi, dan kegiatan adat budaya lainnya,” katanya.

Jika ada aktivitas heli tourism lalu lalang, masyarakat pasti akan terganggu. ”Ketenangannya akan hilang,” katanya.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) NTB Kusnadi mengatakan, pembangunan glamping akan menggunakan sisi dalam kaldera Gunung Rinjani. ”Saya belum tahu dia sudah melakukan feasibility study atau tidak untuk pemanfatan lahan,” katanya.

Dia meminta sebelum proyek itu dijalankan, harus dilakukan kajian mendalam berapa luas lahan dan dampak secara ekologi. ”Harus dipertimbangkan,” katanya.

Khusus untuk helikopter, dari sisi geologi tidak terlalu berdampak, sebab mereka tidak menggunakan lahan terlalu banyak. ”Tapi yang jadi masalah dari sisi ekologi,” katanya.

Dari sisi ekologi harus dikaji, apakah hutan dengan segala kekayaan flora dan fauna di sana tidak terganggu. ”Terutama fauna ya, burung, primata apakah terganggu atau tidak nanti di sana,” katanya.

Di sisi lain, meski heli milik Airbus sedikit menggunakan lahan namun dia akan tetap memanfaatkan lahan untuk tempat mendarat. ”Ini juga harus diperhatikan,” katanya.

Direktur PT Rinjani Glamping Indonesia Disyon Toba menjelaskan, pembangunan fasilitas glamping akan menggunakan tenaga kerja lokal. ”Kami akan menggunakan  tenaga lokal semua,” katanya.

Dia memastikan, usaha glamping tidak akan menggangu TO yang sudah ada di sana. Sebab, mereka akan membidik pasar berbeda.

Untuk heli tourism, kata Disyon, itu akan disediakan operator lain, salah satunya PT Airbus Helicopters Indonesia. ”Kami fokus pada akomodasinya, helinya disediakan Airbus, kami akan kerja sama,” katanya.

Meski belum memulai proses izin, namun Sales Manager Corporate PT Airbus Helicopters Indonesia Sussy Kusumawardhani dalam presentansi di Balai TNGR menjelaskan, pihaknya menargetkan uji coba Desember 2020.

Jenis helikopter yang digunakan adalah Eurocopter EC130. Helikopter ini aman untuk medan pegunungan. Mereka bisa mendarat di mana saja tanpa harus membangun helipad. ”Kami tidak mungkin menggunakan heli yang tidak sesuai peruntukkannya,” kata dia. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks