alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Sempat Diisolasi, 18 Mahasiswa NTB Dipastikan Negatif Korona

MATARAM-Bebas masa observasi, 18 mahasiswa NTB yang pulang dari China diperbolehkan pulang. Mereka pun kegirangan.

Alhamdulillah lega sekali kita terbebas dari virus Korona,” kata Baiq Frida Arini, salah satu mahasiswa, yang dijemput orang tuanya, di Graha Mandalika RSUD NTB, kemarin (18/2).

Selama karantina di RSUD, dia mengaku mendapat perlakuan yang baik dan cukup nyaman. Bahkan sebelum pulang, kondisi kesehatan mereka dicek lagi. ”Saya bersyukur sudah dinyatakan sehat,” katanya.

Bahkan saat pelepasan, para mahasiswa nampak terharu. Mereka berpelukan saat hendak keluar dari Graha Mandalika. ”Sedih juga karena sudah lama bareng-bareng, tapi senang bisa ketemu keluarga,” kata Baiq Meliza Suryaning Sutamari alias Amel, asal Masbagik, Lombok Timur.

Setelah menjalani masa observasi dia merasa lebih tenang. Sebab, dia telah dinyatakan sehat oleh tim medis. ”Dari kemarin agak deg-degan gitu karena di China kami ketemu banyak orang,” katanya.

Kini mereka sudah melewati masa observasi dan resmi dinyatakan sehat oleh tim medis. ”Rasanya lega sekali,” ujar mahasiswa yang kuliah di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College.

Meski demikian, para mahasiswa mendapat pengalaman kurang menyenangkan. Kadang mereka mendapat kata-kata kurang mengenakkan dari teman-temanya di kampung halaman. ”Kamu sudah balik ya, kamu bawa virus ya, mendingan tidak usah balik sekalian,” tutur Lailatul Badria alias Lala, menirukan ejekan temannya.

Meski bencanda, kadang-kadang hal itu membuat mereka merasa sedih. ”Tapi pelan-pelan kita kasi tahu bahwa kami ini sehat,” katanya.

Sebagai bukti mereka sehat, para mahasiswa dibekali dengan surat keterangan sehat dari RSUD NTB. ”Buktinya kami sehat tidak terjadi apa-apa,” katanya sambil menari-nari.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma memastikan, semua mahasiswa yang dipulangkan dalam kondisi sehat. ”Kita harapakan masyarakat menerima dengan  baik,” katanya.

Ke-18 mahasiswa itu berasal dari Sumbawa 11 orang, Lombok Timur lima orang, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bima masing-masing satu orang.

Selama dikrantina mereka menjalani pemeriksaan kesehatan rutin tiga kali sehari. ”Kami pastikan mereka sehat,” tegasnya lagi.

Dengan pulangnya 18 mahasiswa itu, kini tinggal dua orang mahasiswa yang masih diobserbasi di Graha Mandalika. Jika seluruhnya mulus, rencananya 21 Februari mendatang baru akan dipulangkan. ”Sejauh ini kondisi mereka masih sehat,” katanya.

 

Bukan Korona

 

Sementara itu, kondisi Muslihin, 34 tahun, warga Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lotim yang sempat diisolasi di instalasi penanganan virus korona RSUD Selong sudah membaik.

“Dua kali pengecekan, pasien bersangkutan positif TB,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD Selong HL Harianto pada Lombok Post, kemarin.

Harianto menerangkan, pihaknya menerima Harianto dari Puskesmas Terara pada Ahad pagi (16/2). Informasi yang diterima, Muslihin, TKI yang baru saja pulang dari Malaysia mengidap batuk dan panas.

Sesuai arahan Dinas Kesehatan Lotim dan tim penanganan virus Korona Lotim, pihak Puskesmas Terara segera membawa Muslihin ke RSUD Selong. Karena waktu itu, gejalanya memang masuk kategori yang mesti diwaspadai.

“Apalagi diketahui yang bersangkutan baru pulang dari Malaysia,” terangnya.

Diagnosa awal Puskesmas Terara pun saat itu diterima tim penanganan virus korona Lotim di instalasi penanganan virus korona RSUD Selong. Kata Harianto, ia menerima karena tidak ada salahnya berpikir yang terburuk.

“Ini bukan lagi isu lokal, tapi sudah menggelobal. Kami pikir tidak ada salahnya mengambil sikap mengisolasi pasien,” jelasnya.

Namun, setelah diisolasi sejak pagi Ahad lalu, ternyata batuk dan demam yang dirasakan Muslihin diakibatkan oleh penyakit Tubercolosis (TB) yang ia rasakan. Kata Harianto, apa yang dilakukan sudah sesuai SOP. Mulai dari melihat kondisi, gejala pasien, dan sampai pemeriksaan dan uji lab.

“Alhamdulillah pasien saat ini sudah sehat. Besok (hari ini, red) akan kami pulangkan,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua tim penanganan virus korona Lotim dokter spesialis paru dr Nurkristi Permata Sari Amin menerangkan, Lotim patut mewaspadai virus corona. Karena itu, pihaknya melakukan sosialisasi dengan mengundang seluruh Puskesmas di Lotim. “Tentu harus waspada. Apalagi Lotim kantong TKI terbesar di NTB,” kata dr Nurkristi.

Sejauh ini, instalasi penanganan virus corona RSUD Selong dianggap sudah standar. Tenaga medis yang dibutuhkan dan semua peralatan khusus sudah disiapkan. Penanganan sesuai prosedur juga sudah didukung oleh infrastruktur yang ada. “Kita siaga 24 jam,” jelasnya.

Ia menerangkan, jika puskesmas menemukan pasien yang terindikasi Korona, maka disarankan untuk segera merujuk ke RSUD Selong. “Rujukan ini harus berjenjang. Kita di sini sudah siap sampai masa inkubasi 3 sampai 14 hari,” terang Nurkristi. (ili/tih/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks