alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Atasi Sampah dengan Rumpil Ingez

MATARAM-Persoalan sampah di Kota Mataram seolah tak ada habisnya. Ini membuat Lurah Mataram Barat Sri Sulistiowati memutar otak mengatasi masalah sampah di wilayahnya. Dari beberapa kali diskusi dan dialog dengan warga, ia pun akhirnya membentuk rumah pemilahan sampah yang diberi nama Rumpil Ingez.

“Ini adalah tempat pemilahan dan pengolahan sampah di Kelurahan Mataram Barat. Tempat ini kami bentuk karena kepedulian atas persoalan sampah,” kata dia kepada Lombok Post, Jumat (19/2/2021).

Rumpil merupakan singkatan dari rumah pemilahan. Sementara Ingez merupakan salah satu program yang memang sudah disiapkan di Kelurahan Mataram Barat untuk memberikan pelayanan kepada semua warga. Mulai dari layanan administrasi kependudukan dan yang lainnya. Termasuk penanganan masalah kebersihan dan keluhan masyarakat.

Rumpil Ingez ini nantinya akan menggantikan fungsi TPS (tempat pembuangan sementara). Tetapi tidak lagi menjadi tempat pembuangan seperti pada umumnya. Sampah yang dikumpulkan di tempat ini adalah sampah yang sudah dipilah dari rumah warga.

“Rumpil Ingez ini kami bentuk menyusul ditutupnya TPS yang ada di Karang Medain,” ungkap Sri, sapaannya.

Ketika Pemkot Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup menutup sejumlah TPS, pemerintah kelurahan kelimpungan menangani masalah sampah. Mereka diarahkan membuang sampah di TPS Lawata Kelurahan Gomong. Namun jumlah pembuangan sampah dibatasi untuk mencegah tumpukan sampah meluber ke jalan.

“Setelah melalui diskusi dengan warga dan sejumlah pihak, kami akhirnya sepakat membentuk Rumpil Ingez ini setelah warga bersedia meminjamkan lahannya,” jelasnya.

Di Rumpil Ingez ini, nanti sampah warga akan dikelola dan dibuat bernilai ekonomis. Sistemnya, warga disosialisasikan agar mulai memilah sampahnya dari rumah. Memilah antara sampah plastik, organik, hingga yang berbahan kaca dan logam. “Jadi sampah yang dibuang ke sini yang sudah dipilah. Kalau belum dipilah, tidak kami terima,” tegasnya.

Ini sekaligus menjadi salah satu cara mengedukasi warga dengan sedikit memaksa mereka agar membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Nantinya sampah organik akan dibuat menjadi pupuk di Rumpil Ingez. Sementara sampah plastik dan bahan lainnya akan didaur ulang bekerja sama dengan pihak terkait atau perusahaan daur ulang sampah. “Di Rumpil Ingez ini nanti ada lima petugas yang setiap saat standby,” jelasnya.

Rumpil Ingez beroperasi mulai dari pukul 05.00 pagi hingga pukul 12.00 Wita. Nantinya ada juga petugas roda tiga yang menjemput sampah warga bagi yang sudah membuat kesepakatan untuk menbayar iuran. Sementara yang tidak membayar iuran, mereka tetap dibolehkan membuang sampahnya sendiri di Rumpil Ingez ini dengan catatan sampah sudah dipilah dari rumah.

Pantauan Lombok Post, Rumpil Ingez masih dalam proses pembangunan kemarin. Rencananya, bangunan ini akan diresmikan dan mulai dimanfaatkan Minggu (21/2/2021). Acara launching Rumpil Ingez ini diharapkan Sri bisa dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dan Wali Kota Mataram terpilih H Mohan Roliskana. Mengingat program ini juga salah satu upaya menyelaraskan program zero waste yang digaungkan Pemprov NTB dengan Pemkot Mataram hingga di tingkat Kelurahan. “Kami berharap program ini bisa berjalan,” kata dia.

Wayan, salah satu pengelola Rumpil Ingez ini mengatakan ini sebagai upaya masyarakat bersama pihak Kelurahan menyelesaikan masalah sampah yang seolah tak ada solusinya. Ia pun siap bekerja untuk memanfaatkan sampah ini menjadi barang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

“Nanti sampah yang organik akan dibuat menjadi pupuk. Kemudian ada juga beberapa barang hasil daur ulang seperti pot yang kami buat dari bekas popok yang dicampur semen,” jelasnya.

Rumpil Ingez yang berada di Karang Medain di area seluas 5,5 are miliki warga atas nama Putu Silebawe ini juga akan dilengkapi dengan showroom dan kantor. Untuk memamerkan segala hasil produk daur ulang dari sampah. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks