alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Ahyar Bimbang Tentukan Kepala Disnaker

MATARAM-Hasil seleksi sudah diterima Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Lengkap dengan rekomendasi tiga nama dengan nilai terbaik. Tapi hingga kemarin, Ahyar belum menentukan mana pejabat yang layak membantunya menangani Tenaga Kerja.

Kebimbangan Ahyar terlihat saat ia ditanya kapan akan melantik Kepala Dinas Tenaga Kerja. “Belum-belum, nanti dulu,” kata Ahyar.

Tak begitu jelas apa yang membuat Ahyar bimbang. Padahal ia hanya tinggal memilih satu dari tiga nama yang diusulkan pansel. Tiga nama itu pun telah punya skors masing-masing. Sebagai bahan referensi Ahyar untuk memilih pembantunya.

“Masih harus saya pelajari nanti kita lihat,” kelitnya.

Ahyar punya kebiasaan untuk menggelar mutasi pada hari Jumat. Di kalangan pejabat pun dikenal istilah ‘Jumat Keramat’. Tapi Ahyar terlihat masih belum yakin apakah hingga Jumat lusa ia sudah bisa menentukan salah satunya.

Ada tiga nama pejabat kabarnya yang berhasil lolos jadi tiga besar pansel. Sumber Lombok Post menyebut tiga itu antara lain Hariadi, Camat Mataram. Hariadi termasuk salah satu camat yang gigih memburu prestasi jabatan.

Setelah beberapa camat seperjuangannya lebih dulu naik jabatan. Ada Irwan Rahadi, Agus M Idrus, atau Amran M Amin.

Selain itu ada nama Suhartono Toemiran, Sekretaris DP3A yang juga menantu Mantan Wali Kota Mataram HL Mas’ud . Dan Haris A Rasyid, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup.

“Ya nanti dulu,” tukasnya.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan Ahyar berhak memilih salah satu dari tiga nama yang direkomendasikan tim Pansel. Tapi tidak ada kewajiban untuk pasti memilih nomor satu.

“Bisa jadi nomor satu, dua, atau tiga, tergantung PPK,” kata Eko.

Yang penting pilihan tidak keluar dari tiga nama yang direkomendasikan. Saat ini kesekretariatan tengah menunggu instruksi lebih lanjut. Kapan akan dilaksanakan mutasi. Apakah dilantik sendiri. Atau menunggu dengan rencana mutasi pejabat eselon III dan IV.

“Itu makanya kita lagi tunggu arahan dari pak Wali, tapi sepertinya bukan besok (Jumat, Red) karena ada acara APEKSI,” ujarnya.

Pihaknya juga saat ini tengah menyiapkan rencana mutasi. Untuk eselon III A, III B, IV A, dan IV B. Jumlah ini cukup banyak dan pasti membuka peluang bagi para staf menikmati promosi jabatan.

“III A saja ada 5 jabatan, lalu III B ada 2 jabatan, sedangkan eselon IV dan IV B sekitar 73 jabatan,” ungkapnya.

Kesempatan ini tebuka bagi para staf yang merindukan kenaikan jabatan. Mereka berpeluang diserap mengisi jabatan-jabatan lowong yang tersedia.

“Polanya bisa saja yang dari III A diisi oleh III B, lalu III B, diisi oleh IV A, begitu seterusnya, sampai semua jabatan terisi,” jelasnya.

Proses mutasi ini kata Eko masih butuh beberapa rangkaian persiapan yang cukup panjang. Tapi pihaknya dalam hal ini Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepakatan (Baperjakat) harus sudah lebih dulu menyiapkan segala sesuatunya.

“Siapa tahu nanti pak Wali minta segera pelantikan kita sudah siap,” ulasnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, persetujuan permohonan izin dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk pelantikan telah dikantongi.

Menyusul tiga nama hasil pansel untuk jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja telah diserahkan pula. “Sudah per Senin kemarin,” kata Nelly.

Selebihnya tinggal menunggu arahan wali kota. Menentukan kapan waktu terbaik untuk pelaksanaan pelantikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram.

“Kita tunggu perintah dari PPK,” tandasnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks