alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Berkunjung ke Ruang ATCS Dinas Perhubungan Kota Mataram

Ruangannya kecil. Tapi, dari ruangan ini, lima titik jalan di Kota Mataram bisa terpantau dengan jelas. Bahkan, dengan segala aktivitas para pengguna jalan tersebut.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

===================================

MASIH ingat video lalu lintas di simpang empat Dasan Cermen?

Seorang pengendara motor dengan enteng menunggu traffic light di lajur kanan. Posisi itu melanggar lalu lintas. Sebab ia seharunya ada di lajur kiri. Tapi dengan enteng ia tetap berdiri menunggu di sana.

Polisi yang berboncengan dengan enam motor di lajur kiri pun tak ia pedulikan. Sampai akhirnya sebuah peringatan keluar dari speaker yang dipasang di perempatan jalan itu.

“Kepada pengendara Honda Scoopy agar kembali ke lajur kiri!” begitu perintah yang keluar dari speaker yang terpasang di perempatan jalan itu.

Video ini viral. Lalu jadi perbincangan jagat netizen.

Tak hanya itu, video ini pun pernah jadi bahan perbincangan di acara talk show yang dipandu pelawak Sule pada sebuah stasiun televisi swasta Nasional.

Pengendara itu pun tampak kecele. Ia buru-buru berputar mengikuti menuju lajur kiri.

Sesaat kemudian, dalam video itu tedengar potongan lagu biduan dangdut Sasak: Erni Ardita.

 Kembali… kembalilah padaku. Insyafilah semua kesalahan dirimu!

Potongan lagu itu dianggap sangat pas. Serupa nasehat bagi pengendara tadi agar ia tak mengulangi lagi perbuatannya. Cara menegur ini dinilai jenaka dan lebih mengena. Jauh dari kesan formal dan kaku.

“Itu kerjaan tim kreatif,” kata Made Mawan, sembari tersenyum.

Pria itu nampak bersemangat saat ditemui siang, kemarin. Di ruang kerja Area Traffic Control System (ATCS). Ruangan ini persis berada di belakang kantor Dinas Perhubungan Kota Mataram. Dari ruangan inilah suara teguran itu muncul.

Udara di dalam ruangan ini terasa sejuk. AC menyala selama ada orang di dalamnya. Desain interiornya mengusung tema delux. Khas ruangan hi tech dan milenial. Di tembok sisi utara terpampang empat layar raksasa.

“Dari sana kami bisa mengamati lima titik simpang di Kota Mataram,” tuturnya.

Simpang tiga Turida, Simpang Tiga Sweta, Simpang empat Sweta, Simpang empat Rembiga, dan Simpang empat Dasan Cermen. Semua terangkum di dalam empat monitor tadi.

Meja operator berada di sisi selatan. Sedangkan di tengah ruangan, kursi sofa berbentuk setengah lingkaran tersedia. “Buat tamu,” jelasnya.

ATCS belakangan membuat orang banyak penasaran. Teguran tiba-tiba pada pelanggar lalu lintas, tak hanya membuat kaget. Tapi video yang dibagikan melalui akun Dinas Perhubungan Kota Mataram dapat respons positif dari netizen.

“Saya ditunjuk sebagai Kasi Pengembangan Sistem Lalu Lintas di sini,” terang Mawan, mulai bercerita.

Sebelum akhirnya ia menempati posisi itu, Mawan bukanlah orang yang paham teknologi. Sehari-hari ia hanya akrab dengan komputer “ketik” biasa. Hanya bisa mengoperasikan Microsoft Word dan Microsoft Excel. Itu saja.

Tetapi perangkat seharga Rp 3 miliar lebih itu tiba-tiba di bawa ke sana. Dan ia ditunjuk menakhodai perangkatnya. “Takut juga, semua serba hi tech. Kami takut salah pencet lalu rusak,” ungkapnya polos.

Tapi itu dulu. Kini ia sudah fasih. Memainkan commad-commad di dalam layar monitor. Merekayasa lalu lintas dari sebuah ruangan yang relatif kecil jika dibanding fungsinya.

“Inilah yang akan jadi masa depan pengaturan transportasi modern kita,” ujarnya dengan sangat yakin.

Mawan mengaku beruntung. Bisa bekerja dalam ruangan itu. Juga mengenal perangkat-perangkatnya. Apa yang belum dimulai di kabupaten kota lain di NTB, bahkan di daerah lain di Indoensia. Sudah dimulai di Kota Mataram. “Tentu bangga,” terangnya.

Tak hanya bisa mengoperasikan. Mawan juga dengan fasih menggambarkan tentang masa depan teknologi itu.

Ia menargetkan 50 persen kelak wilayah kota akan termonitor kamera dengan resolusi tinggi. Mampu zoom in hingga 25 kali lipat. Serta menjangkau 100 meter jarak pandang dengan detail.

“Coba lihat, jangankan plat motor, puntung rokok juga bisa terlihat jelas,” tunjuknya.

Memulai target mendigitalisasi 50 persen wilayah kota dalam layar monitor raksasa tentu butuh biaya besar. Mau tidak mau perangkatnya harus dicicil. Saat ini mereka telah mengantongi Rp 600 juta. Hanya untuk bisa menambah satu titik lagi. Di simpang empat Bank Indonesia.

“Buat para pelanggar, nanti siap-siap dapat surat cinta dari kami,” tuturnya, sembari tersenyum.

Iya: surat cinta. Memang dinamai surat cinta. Alasannya biar lebih millenial. Walaupun sebenarnya isinya teguran pemilik kendaraan telah melanggar lalu lintas. Bagaimana caranya?

Para pelanggar lalu lintas akan dicatat nomor polisinya. Lalu pemiliknya akan di-tracking alamat. Setelah ketemu dinas perhubungan akan mengirimi surat cinta itu. Agar pemilik tidak mengulangi lagi perbuatannya, atau meminjami kendaraannya pada orang yang tidak paham lalu lintas.

“Ini ide dari pak Kadis dan akan kita kerjasamakan dengan Kepolisian. Jika berulang-ulang mungkin akan ditilang. Bukankah kita sudah memiliki rekaman, pelanggarannya?” ujarnya.

Bagaimana, Anda tertarik dapat surat cinta dari Dishub? Jika tidak, tertiblah berlalu lintas mulai sekarang di ibu kota ini. Sebab Anda semua terpantau di dalam digitalisasi perangkat ATCS! (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks