alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Hore, Bantuan Termin Ketiga Segera Cair

MATARAM-Pembangunan rumah rusak berat di Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram hampir rampung. Kini, dana termin ketiga untuk pembangunan rumah rusak berat segera cair.

Dana itu nantinya akan digunakan oleh kelompok masyarakat (pokmas) untuk membeli bahan finishing rumah yang dibangunnya.

Pokmas Gotong Royong misalnya. Pokmas yang membangun rumah dengan pilihan Rumah Instan Konvensional (Riko) ini sudah mulai mengurus pencairan dana termin kedua. “Kita sudah meminta para anggota merembukkan bahan-bahan yang akan dibeli,” kata Ketua Pokmas Gotong Royong Lingkungan Jangkuk Gupran, kemarin (19/3).

Sebelumnya, Gupran sempat miskomunikasi dengan salah satu anggotanya. Dimana, salah seorang anggotanya bernama Munawar sempat mempertanyakan anggaran bantuan bagi rumah rusak berat pada pembelian bahan-bahan.

Waktu itu, kata dia, Munawar mendapatkan jatah pembelian kayu. Sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada di Pokmas, Munawar mendapat jatah kayu sesuai ukuran rumahnya 24 batang. Namun yang datang waktu itu 20 batang, sisanya masih dalam proses pembuatan.

Selain itu, Munawar mempermasalahkan nota yang diberikan usaha dagang (UD) yang mengantar kayu. Di mana, nota itu dianggap Munawar sebagai nota pembelian. Padahal itu adalah nota angkut jumlah barang yang dikirim. “Ini hanya miskomunikasi saja,” ujarnya.

Gupran sempat kesal dengan sifat Munawar yang waktu itu dianggapnya main-main. Di mana, kayu yang datang diantarkan ke rumahnya hanya 20 batang. Sementara ia sudah memesan kayu unuk Munawar 24 batang. “Sempat saya mau menelepon UD. Ternyata  kayunya yang sisanya empat batang masih dalam proses pembuatan,” sebutnya.

Setiap pembelian barang Gupra terlebih dahulu komunikasi dengan anggotanya. Barang apa yang akan dibeli dan maunya seperti apa. Kini, pada dana termin ketiga, dana ini akan difokuskan untuk penbelian daun pintu dan kusen.

Anggota ingin membeli  bahan-bahan ini dengan kulitas terbaik. “Bahan-bahan yang dibeli tergantung maunya anggota. Mau pakai kayu, mau pakai baja ringan, itu terserah anggota,” sebutnya.

Sementara itu, anggota Pokmas Gotong Royong Lingkungan Jangkuk Munawar mengaku salah dengan permasalahan ini. Waktu itu, kata dia, saat barang (kayu) diantarkan ke rumahnya, ia tidak ada di rumah. “Waktu itu anak-anak yang terima barang,” sebutnya.

Munawar mengaku tidak tahu jika empat kayu itu masih dalam proses pembuatan. Sehingga dirinya berpikiran negatif pada ketua pokmas. “Sekarang semuanya sudah clear. Kini kita diminta memesan barang pada termin ketiga ini” tukasnya.

Di sisi lain, hingga kini tunggakan bantuan rumah rusak kategori sedang dan ringan sebesar Rp 55 miliar belum disalurkan pemerintah pusat. Pemerintah Kota Mataram sudah melakukan rapat teknis di Jakarta beberapa waktu lalu agar kekurangan itu segelar disalurkan.

“Waktu itu saya rapat bersama DPR RI dan dihadiri pengawas penanganan bencana DPR RI. Saya juga sudah menyampaikan ini kepada Fahri Hamzah perwakilan NTB yang duduk di DPR RI,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin (19/3).

Diungkapkan, dalam rapat tersebut, pemerintah pusat telah berjanji akan mentransfer kekurangan dana bantuan gempa dalam waktu dekat ini. Bahkan rencananya pekan ini akan dilsalurkan. Mengingat pada 12 April mendatang sudah masuk masa transisi tanggap darurat.  “Kita minta agar kekurangan ini langsung ditranfer ke rekening BPBD Kota Mataram,” pintanya.

Setelah itu lanjut Martawang, baru dana ini ditransfer ke rekening masing-masing penerima bantuan yang sudah terakomodasi melalui Surat Keputusan Wali Kota Mataram dengan total rumah rusak sedang 2.777 unit dan rusak ringan 8.264 unit.

“Sebagian dari korban yang rumahnya rusak sedang dan ringan sudah ditransfer pada tahap pertama. Sedangkan kekurangan Rp 5,5 miliar ini untuk korban yang belum dapat pada tahap pertama,” sebutnya.

Kini lanjut Martawang, dengan adanya gempa bumi 5,8 skala richter (SR) pada Minggu (17/3) masyarakat tidak ada pilihan lagi untuk tidak membuat rumah tahan gempa dengan dana bantuan yang diberikan. “Silakan warga memilih. Mau membangun rumah tahan gempa dengan konsep Risha atau pun Riko,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal mengatakan, proses pembangunan rumah rusak ringan dan sedang ditargetkan rampung pada 22 April 2019. Oleh sebab itu, fasilitator dan masyarakat penerima bantuan diminta untuk bergerak cepat. ”Kalau dana sudah cair, cari tukang secepatnya guna melakukan perbaikan,” pintanya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks