alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Dua Pasien Korona di Kota Mataram Sembuh

MATARAM-Dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Mataram sembuh. Pasien itu berinisial M dan NE.

“Tinggal menunggu hasil Swab kedua. Biasanya kalau Swab pertama negatif, yang kedua juga negatif,” kata Ketua Direktur RSUD Kota Mataram H dr Lalu Herman Mahaputra, Minggu.

Diungkapkan, sampai saat ini sudah enam pasien positif Korona yang sembuh setelah dirawat intensif di RSUD Kota Mataram. Ini artinya, pasien Korona bisa disembuhkan.

“Intinya pasien bisa menjaga imun tubuhnya,” kata pria yang akrab disapa Dokter Jack itu.

Menurutnya, jika imun tubuh pasien lemah atau ada riwayat penyakit lain, maka virus ini akan cepat menyerang organ tubuh lainnya. “Kita harus menjaga tubuh untuk tetap bugar. Istirahat penuh,” ungkapnya.

Saat ini, kata Jack, pasien positif di Kota Mataram jumlahnya 29 orang. Sembuh enam orang. “Tapi yang dirilis sembuh baru empat orang. Karena yang dua orang masih menunggu hasil Swab kedua,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jack juga mengatakan, hari ini pihaknya akan melakukan rapid test kepada pasien klaster Bogor. Jumlahnya sepuluh orang. “Kita juga akan melakukan rapid test kepada orang yang pernah kontak dengan klaster ini,” ucapnya.

Menurutnya, orang dalam pemantauan (ODP) lebih berbahaya dari pada PDP. Sebab, tidak jarang ODP keluar rumah untuk melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Kita ingin masyarakat yang mampu, bisa menyisihkan rezekinya kepada ODP,” ujarnya.

Paling tidak ungkap Jack, di depan rumah ODP ditaruhkan mi instan, beras, atau makanan. Jangan sampai dengan status ODP mereka dikucilkan. “Kalau yang pagah (tidak mau nurut imbauan pemerintah) wajar dikucilkan,” ucapnya.

Tapi untuk ODP yang tidak pernah keluar rumah paling tidak diberikan bantuan. “Apa yang mau mereka makan kalau diam di rumah,” kata Jack.

Sementara itu Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa belum mengaku mendapat informasi terkait penambahan jumlah pasien sembuh positif di Kota Mataram yang terbaru. “Kalau kita masih berpegang di empat orang yang sembuh. Belum ada penambahan,” ucapnya.

Namun demikian, kata dia, adanya penambahan pasien positif tentu kabar baik. Kondisi ini akan memberi semangat  bagi pasien lainnya untuk bisa sembuh dari penyakit ini. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks