alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Kabar Baik, Dua Pasien Korona di RSUD Kota Mataram Sembuh

MATARAM-Dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Mataram sembuh. Pasien itu berinisial M dan NE.

“Tinggal menunggu hasil Swab kedua. Biasanya kalau Swab pertama negatif, yang kedua juga negatif,” kata Ketua Direktur RSUD Kota Mataram H dr Lalu Herman Mahaputra, Minggu (19/4).

Diungkapkan, sampai saat ini sudah enam pasien positif Korona yang sembuh setelah dirawat intensif di RSUD Kota Mataram. Ini artinya, pasien Korona bisa disembuhkan.

“Intinya pasien bisa menjaga imun tubuhnya,” kata pria yang akrab disapa Dokter Jack itu.

Menurutnya, jika imun tubuh pasien lemah atau ada riwayat penyakit lain, maka virus ini akan cepat menyerang organ tubuh lainnya. “Kita harus menjaga tubuh untuk tetap bugar. Istirahat penuh,” ungkapnya.

Saat ini, kata Jack, pasien positif di Kota Mataram jumlahnya 29 orang. Sembuh enam orang. “Tapi yang dirilis sembuh baru empat orang. Karena yang dua orang masih menunggu hasil Swab kedua,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jack juga mengatakan, hari ini pihaknya akan melakukan rapid test kepada pasien klaster Bogor. Jumlahnya sepuluh orang. “Kita juga akan melakukan rapid test kepada orang yang pernah kontak dengan klaster ini,” ucapnya.

Menurutnya, orang dalam pemantauan (ODP) lebih berbahaya dari pada PDP. Sebab, tidak jarang ODP keluar rumah untuk melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Kita ingin masyarakat yang mampu, bisa menyisihkan rezekinya kepada ODP,” ujarnya.

Paling tidak ungkap Jack, di depan rumah ODP ditaruhkan mi instan, beras, atau makanan. Jangan sampai dengan status ODP mereka dikucilkan. “Kalau yang pagah (tidak mau nurut imbauan pemerintah) wajar dikucilkan,” ucapnya.

Tapi untuk ODP yang tidak pernah keluar rumah paling tidak diberikan bantuan. “Apa yang mau mereka makan kalau diam di rumah,” kata Jack.

Sementara itu Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa belum mengaku mendapat informasi terkait penambahan jumlah pasien sembuh positif di Kota Mataram yang terbaru. “Kalau kita masih berpegang di empat orang yang sembuh. Belum ada penambahan,” ucapnya.

Namun demikian, kata dia, adanya penambahan pasien positif tentu kabar baik. Kondisi ini akan memberi semangat bagi pasien lainnya untuk bisa sembuh dari penyakit ini. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks