alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Kabar Baik, Warga Mataram Korban PHK Masuk Daftar Penerima JPS

MATARAM-Warga Kota Mataram yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan oleh perusahaan bisa bernapas lega. Sebab, mereka akan dimasukkan dalam data penerima bantuan jaringan pengaman sosial (JPS).

“Tapi kita masih menunggu data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram. Sampai saat ini, data berapa jumlah karyawan yang di PHK dan dirumahkan belum kita tahu,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati.

Dalam kesempatan itu, Asna juga memastikan bahwa bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) akan dibagikan tiap bulan. Bukan tiga bulan sekali seperti sebelum wabah Korona. Penyaluran tiap bulan ini dilakukan pemerintah guna membantu mengantisipasi dampak ekonomi masyarakat yang terdampak Korona. “Mulai April ini akan disalurkan tiap bulan,” bebernya.

Dari data Dinsos, tercatat 17 ribu lebih KK menerima PKH. Bantuan ini menjadi perlindungan sosial yang diarahkan pemerintah sebagai jaring pengaman sosial (JPS) di tengah wabah Covid-19. Dengan tujuan, warga kurang mampu tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli di tengah krisis ekonomi.

“Kami juga mendapat tambahan bantuan dalam bentuk sembako dari pemprov untuk 1.800 keluarga,” ungkapnya.

Bagi warga penerima PKH, kata dia, tidak menerima JPS. Dari basis data terpadu (BDT), tercatat  ada 41 ribu warga miskin di Kota Mataram. “Pokoknya bantuan pangan non tunai (BPNT) atau bantuan lainnya dari pusat ini tidak dobel. Satu orang dicover satu jenis bantuan,” tegasnya.

Asna memastikan, penerima bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi tidak masuk penerima JPS dialokasikan Pemkot Mataram. “Data penerima PKH atau BPNT ada di kita. Jadi yang di luar ini akan kita berikan JPS,” ucapnya.

Bantuan JPS tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan sembako. Seperti beras, telur, minyak goreng, dan masker. “Bantuan ini per bulan nilainya Rp 250 ribu,” ucapnya.

Sesuai hasil rapat dengan wali kota, pihaknya akan membelanjakan sembako ini kepadaa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti minyak nantinya akan didatangkan dari UMKM. Sehingga, para pelaku UMKM ini bisa berkembang ditengah Covid-19.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menegaskan, penerima JPS harus tepat sasaran. Tidak hanya dari data BDT, namun warga yang terdampak Covid-19 . “Tiap KK akan mendapat bantuan Rp 250 ribu per bulan,” ungkapnya.

JPS ini diberikan pemkot guna membantu ekonomi warga yang terdampak Covid-19. Guna penyebaran Covid-19 di Kota Mataram cepat berahir, ia meminta warga untuk mentaati imbauan pemerintah dengan melakukan social distancing dan physical distancing . “Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga pemkot Mataram,” tukasnya.(jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks