alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Tangani Korona, Pemkot Mataram Kaji Insentif untuk Tenaga Kesehatan

MATARAM-Tenaga kesehatan yang menangani virus Korona di Kota Mataram bakal mendapat insentif. ”Kita sudah masuk dalam zona merah, penting juga bagi tenaga medis kita dapat insentif,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Insentif ini diberikan langsung pemerintah pusat. Ahyar menyebut, arahan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan menyebutkan soal insentif bagi tenaga kesehatan. Seperti dokter dan perawat. Hingga petugas laboratorium.

”Nanti akan ada skema. Tentu yang membayar pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Ahyar tak tahu persis berapa total insentif yang akan diberikan. Yang pasti disesuaikan dengan berapa jumlah tenaga medis yang menangani virus Korona di Kota Mataram. Bukan saja di RS pemerintah, tapi juga RS swasta.

”Tentu ini bisa membantu daerah ya. Penting juga bagi tenaga medis kita yang bekerja setiap saat,” imbuhnya.

Disinggung mengenai insentif dari kantong APBD Kota Mataram, wali kota dua periode ini mengatakan, sejauh ini belum ada pembahasan ke arah sana. Meski begitu, tak menutup kemungkinan Pemkot Mataram memberikan insentif serupa.

Pemberian insentif tentu disesuaikan dengan anggaran yang diberikan pemerintah pusat. Jika tidak mengcover keseluruhan tenaga medis, pemkot bisa menutupnya dengan bantuan serupa.

Yang pasti, lanjut Ahyar, sejauh ini gugus tugas penanganan Covid-19 sudah memfasilitasi tenaga medis. Dengan memberikan mereka rumah singgah. Sebagai lokasi istirahat usai bekerja.

”Kita pertimbangkan untuk insentif dari daerah juga,” ujar Ahyar.

Pemberian insentif bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 dilontarkan langsung Presiden Joko Widodo. Rinciannya, dokter spesialis mendapat insentif sebesar Rp15 juta per bulan. Disusul dokter umum dan gigi memperoleh Rp10 juta per bulan.

Selanjutnya, ada bidan dan perawat mendapat Rp7,5 juta per bulan. Setelah itu tenaga medis lain sebesar Rp5 juta per bulan. Santunan kematian juga diberikan sebesar Rp300 juta kepada tenaga medis yang meninggal karena terinfeksi Covid-19.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra menyambut baik insentif dari pemerintah pusat. Di sisi lain, pihaknya juga telah mengusulkan insentif tenaga kesehatan kepada bagian anggaran di gugus tugas Covid-19 Kota Mataram.

”Diminta sama BKD (badan keuangan daerah) untuk mengusulkan. Kita ajukan, nanti lewat BTT sumbernya,” kata Jack, sapaan karibnya.

Usulan insentif berbeda dengan yang akan diberikan pusat. RSUD Kota Mataram meminta agar dokter spesialis mendapat insentif sebesar Rp7,750 juta per bulan; dokter umum Rp3,5 juta; perawat Rp2,5 juta; petugas laboratorium dan radiologi serta tenaga kesehatan lain masing-masing sebesar Rp1,5 juta.

Jack berharap usulan tersebut disetujui. ”Tapi kita serahkan kepada pimpinan. Termasuk bagaimana kemampuan daerah untuk itu,” kata Jack. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks