alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Belajar Tatap Muka di Mataram Diuji Coba Lagi

MATARAM-Uji coba pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kota Mataram, Senin (19/4/2021). Salah satunya di SMPN 2 Mataram.

“Sesuai arahan Dinas Pendidikan, kami diminta membuka layanan konsultasi pembelajaran luring. Dipadukan dengan kegiatan imtaq, itu yang sudah kami mulai laksanakan sejak hari ini,” kata Kepala SMPN 2 Mataram M Nazuhi.

Pembelajaran di SMPN 2 Mataram dibagi menjadi dua shift. Sesi pertama siswa absen nomor 1 sampai 20 masuk pukul 08.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita. Kemudian sesi kedua absen berikutnya masuk pukul 09.30 sampai pukul 11.30 Wita.

Mereka sengaja diminta masuk lebih awal supaya tidak terjadi kerumunan ketika siswa yang masuk sesi pertama pulang. “Karena begitu mereka datang, mereka juga langsung masuk kelas. Berhubung banyak ruangan yang masih kosong,” terang Nazuhi.

Sistem pembelajaran tatap muka seperti ini sudah pernah dilaksanakan saat simulasi sebelumnya. Ketika itu, Pemkot Mataram pernah mengizinkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan.

“Modelnya nanti kelas VII masuknya Hari Senin dan Rabu. Kelas 8 masuknya hari Selasa dan Kamis. Kami tidak full selama sepekan masuknya karena anak-anak bisa mengerjakan (tugas) di rumah,” paparnya.

Protokol kesehatan ketat diterapkan sekolah selama proses pembelajaran berlangsung. Jumlah keterisian ruangan per kelas sebanyak 18 orang. Meski pihak sekolah memastikan prokes dijalankan dengan ketat, namun ada juga orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya masuk sekolah.

“Ada orang tua yang tidak memberikan izin meski tidak banyak. Alasan mereka mungkin masih takut (anaknya terpapar korona). Kami sudah sampaikan kalau prokes dilaksanakan secara ketat di sekolah, tetapi namanya orang khawatir,” ucapnya tersenyum.

Pihak sekolah mengaku membolehkan siswa tidak masuk sekolah dengan catatan bersurat dan memaksimalkan pelajaran daring di rumah. Pihak sekolah tidak memaksakan kepada siswa untuk masuk ke sekolah mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka.

“Tapi 99 persen siswa masuk, hanya beberapa saja yang tidak mengizinkan. Jumlahnya kami belum rekap, tetapi kami tidak memaksakan,” kata Nazuhi.

Raden Yuda Febrilian, salah satu siswa kelas 7 mengaku senang dengan dibukanya kembali sekolah. Terlebih di Bulan Ramadan. Ia merasa sudah bosan dengan sistem belajar daring yang diterapkan hampir setahun selama pandemi. “Di rumah itu malas ngerjain tugas. Jadi lebih senang belajar di sekolah,” akunya.

Ia juga bingung apa yang harus dikerjakan di rumah karena terlalu lama tidak aktif belajar selama pandemi korona. Sehingga pihak ketika pihak sekolah memulai kembali proses pembelajaran tatap muka, ia bersama teman-temannya merasa sangat senang. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks