alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Razia Pedagang Petasan Tak Bisa Sembarangan

MATARAM-Petasan kembali mengganggu ketenangan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Meski begitu, Pemkot Mataram tidak bisa semaunya merazia para pedagang petasan dan kembang api. Sebab, sebagian dari para pedagang sudah mengantongi izin.

“Ya, mereka ini sudah ada izin,” kata Plt Kasatpol PP Kota Mataram H Mahmuddin Tura pada Lombok Post.

Dikatakan, izin penjualan petasan langsung dari pihak kepolisian. Para pedagang mendapat izin berdasarkan spesifikasi petasan yang dijual. Yang jelas, petasan yang mengantongi izin daya ledak rendah dan tidak membahayakan. “Saat kita razia pedagang akan mengeluarkan izin usahanya,” tutur dia.

Dikatakan, razia pedagang petasan dilakukan hampir  tiap hari. Karena bagaimanapun petasan sangat mengganggu warga yang melaksanakan ibadah puasa. “Kalau ada yang ngeyel, baru kita sita petasannya,” ujar dia.

Tak hanya razia pedagang, Pol PP juga turun menertibkan warga yang melakukan perang petasan di beberapa titik. Seperti di Jalan Udayana dan jembatan gantung Marong. “Selesai salat Subuh kita bersama kepolisian menertibkan warga yang perang petasan ini,” ucap dia.

Dia tidak menampik perang petasan cukup membahayakan pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Jadi personel Satpol PP turun menertibkan warga yang melakukan perang petasan. “Hari Minggu (18/4/2021) habis Subuh kita stanby di Udayana dan jembatan gantung Marong,” tutur dia.

Sejauh ini, kata dia, petasan cukup mengganggu masyarakat. Terutama yang menjalankan ibadah puasa. Bahkan tidak jarang warga marah melihat anak-anak bermain petasan karena suaranya yang cukup besar. “Kita akan intens melakukan razia petasan ini,” sebut dia.

Aprilia, salah seorang pedang petasan di Jalan Yos Sudarso Ampenan menuturkan,  petasan dan kembang api yang dijualnya sudah mengantongi izin. Jadi dia tidak khawatir untuk menjual petasan dan kembang api di tempat umum. “Kita ini sudah ada izin dari tempat yang kita beli di Cakra,” tutur perempuan berjilbab ini.

Dia menambahkan, jualan petasan dan kembang api dilakoninya setiap Ramadan. Satu hari dia bisa mendapat Rp 1,5 juta dari hasil jualan petasan dan kembang api. “Kalau yang saya jual ini petasan yang daya ledaknya kecil,” ujar  dia. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks