alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Warga Mataram Diminta Tak Abaikan Protokol Pencegahan Covid 19

MATARAM-Masyarakat kembali diminta tidak salah tafsir mengartikan new normal atau tatanan kehidupan baru. Apalagi sampai menganggap kembali hidup normal seperti sebelum wabah Korona.

Sebab, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Mataram terus bertambah. Karena itu, masyarakat tetap diminta untuk menaati protokol pencegahan covid. “Kita tidak bisa mengabaikan kalau covid ini ada. Termasuk potensi bahayanya,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Angka positif covid di Mataram bertambah setiap harinya. Tapi, ada fenomena berbeda yang dilihat Mohan. Jika dibandingkan ketika awal muncul kasus covid. Yang saat itu jumlahnya bisa dihitung jari.

Di awal, banyak masyarakat yang terus memantau perkembangan covid. Ada ketakutan di sana. Sebagian dari mereka juga memilih untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Namun, kondisi berbeda terlihat beberapa minggu terakhir. Sudah banyak masyarakat yang berkegiatan.

Begitu juga dengan informasi mengenai covid. Masyarakat terlihat sudah tidak begitu peduli dengan berapa jumlah penambahan kasus covid. Termasuk menyikapi adanya kematian dari pasien yang terjangkit covid.

”Saya pikir, apa ini fenomena dari masyarakat yang mulai jenuh. Bahwa ada covid, tapi mereka tidak terlalu khawatir,” ujar Mohan.

Kembali beraktivitasnya masyarakat, tak lepas dari upaya transisi new normal yang dilakukan Pemkot Mataram. Hanya saja, kata Mohan, new normal yang digaungkan pemerintah bukan berarti meniadakan covid. Masyarakat diminta untuk tidak berpikir bahwa kehidupan benar-benar normal. Seolah tidak terjadi pandemi.

Mohan mengatakan, potensi bahaya covid tetap ada. Bahkan menjadi salah satu pemicu terjadinya kematian. Yang ia lihat sekarang ini, transisi new normal banyak diabaikan masyarakat.

Di jalan-jalan, Mohan masih melihat banyak warga kota tidak menaaati protokol covid. Tidak menggunakan masker. Begitu juga mereka yang nongkrong di sejumlah kafe. ”Belum semuanya taat,” katanya.

Situasi transisi new normal sekarang, membuat masyarakat boleh beraktivitas. Tapi, kata Mohan, yang harus tetap dilakukan adalah menjalankan protokol covid. Guna mencegah terjadinya penyebaran covid.

”Boleh kita bekerja, keluar rumah, tapi protokol pencegahan itu dijalankan. Ini juga bagian dari ikhtiar kita melawan covid,” tandas Mohan.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas penanganan covid Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, penyebaran covid sekarang ini didominasi transmisi lokal. Tiga klaster yang dulunya ada, sudah tuntas diselesaikan gugus tugas.

”Tersisa transmisi lokal. Itu yang berusaha kita tekan terus,” ujar Suwandiasa.

Suwandiasa menyebut soal penanganan covid berbasis lingkungan atau PCBL. Yang digaungkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Upaya tersebut terus dimaksimalkan pemkot.  Mereka tetap melakukan evaluasi untuk membenahi apa saja kekurangannya.

”Pencegahan ini juga membutuhkan bantuan dari masyarakat,” kata Suwandiasa. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lurah Cakra Barat: Yang Ambil Bansos Motornya Bagus-bagus

Bantuan sosial (Bansos) kepada warga miskin seringkali tidak tepat sasaran. Karena itu, Kelurahan Cakra Barat berinisiatif melakukan musyawarah kelurahan (Muskel) dalam waktu dekat ini. “Kita harus persiapkan data dulu sebelum Muskel,” kata Lurah Cakra Barat I Nyoman Swira.

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks