alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Mediasi Buntu, Akses Jalan ke Pantai Mapak Masih Diblokir

GIRI MENANG-Jalan menuju Pantai Mapak masih ditutup. Akibatnya, pemilik dan pekerja warung kuliner yang ada di Pantai Mapak mulai merasakan dampaknya. Sepekan terakhir, pengunjung sepi.

“Padahal sulit sekali cari lapangan kerja di musim Korona ini. Sekarang karena jalannya ditutup, kita yang kerja di sini kesulitan,” ujar Adi, salah seorang pekerja di Kawasan Wisata Kuliner Pantai Mapak kepada Lombok Post, Sabtu (18/7) lalu.

Sebelum ada penutupan jalan, ratusan pengunjung datang setiap hari. Khususnya sore hingga malam. Mereka datang bersama keluarga dan teman. Menikmati hidangan kuliner yang disediakan warung di sekitar Pantai Mapak.

Namun sejak jalan menuju pantai ini ditutup, pengunjung sepi. Pelanggan tak ada lagi yang datang. Akibatnya pekerja di sekitar pantai lebih banyak menganggur.

“Banyak warga Mapak yang juga bekerja di sini. Sekarang kita nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau saya dari Ampenan,” tutur Adi.

Ditanya alasan penutupan jalan menuju Pantai Mapak, Adi mengaku tak tahu pasti. Ia hanya mengetahui ada persoalan yang masih belum klir antara Kepala Lingkungan setempat dengan warga pemilik lahan di lokasi Wisata Kuliner Pantai Mapak.

Adi hanya bisa berharap persoalan tersebut bisa segera tuntas. Agar masyarakat yang mencari nafkah dari Pantai Mapak segera bekerja seperti biasa.

Abdul Latif, salah seorang pengelola warung mengaku kebingungan dengan persoalan ini. Beberapa kali mediasi digelar, difasilitasi pemerintah kecamatan, namun persoalan ini tak juga selesai. “Kami berharap ada jalan keluar. Agar pintu penutup dibuka dan kendaraan pengunjung bisa masuk sampai ke dalam,” harapnya.

Apapun persoalan yang ada, ia berharap penyelesaiannya bisa dilakukan dengan cara kekeluargaan. Agar tidak ada yang merugikan semua pihak. Justru kehadiran kawasan wisata kuliner Pantai Mapak diharapkan bisa membawa manfaat bagi warga Kota Mataram khususnya warga sekitar. “Kalau ada masalah diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan,” harapnya. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks