alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pilwali Mataram Sudah Dekat, Pastikan Anda Masuk Daftar Pemilih!

MATARAM-Tahapan Pilkada Kota Mataram terus dikebut. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Komisi Pemiliham Umum (KPU) Kota Mataram mulai turun sejak 15 Juli lalu. Mereka melakukan pendataan pencocokan dan penelitian (Coklit) calon pemilih dari rumah ke rumah.

“Proses Coklit ini dari 15 Juli sampai 13 Agustus nanti. Kami mendata dan memastikan warga Kota Mataram terpenuhi hak pilihnya,” jelas Komisioner Divisi Sosialisasi Sopan Sopian Hadi kepada Lombok Post, Sabtu (18/7) lalu.

Mereka yang dicoklit, akan masuk Daftar Pemilih Sementara (DPS). stelah itu baru ditetapkan masuk menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Sopan Sopian, jumlah warga yang akan dicoklit ini sekitar 320.450 orang. Diambil dari data terakhir Pemilu Legistlatif 2019 lalu. “Potensi berubahnya (data, Red) sangat besar,” ungkapnya.

Pasti ada tambahan dari kalangan pemilih pemula. Jugadari warga yang pindah dan memiliki KTP Mataram. “Tapi bisa juga berkurang. Karena ada warga meninggal dunia atau pindah tempat tinggal ke luar Kota Mataram,” jelasnya.

Data sementara dari DP4 menunjukkan, pemilih terbanyak ada di Kecamatan Ampenan. Totalnya 66.562 orang pemilih. Disusul Kecamatan Mataram 58.915 pemilih, Kecamatan Selaparang 52.263 orang, Kecamatan Cakeranegara 51.771 orang, Kecamatan Sandubaya 49.364 orang, dan Kecamatan Sekarbela 41.629 orang.

Total jumlah pemilih dari data sementara DP4 KPU Kota Mataram sebanyak 320.450 orang. “Ini yang kami verifikasi faktual dulu atau Coklit. Nanti mereka masuk ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) sekitar Agustus-September. Baru kemudian pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar Bulan Oktober sampai awal Desember,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sopian menyampaikan beberapa kendala dalam proses Coklit. Ia menuturkan ada beberapa contoh kasus warga yang tidak mau menerima petugas.

“Alasannya karena mereka sudah didata berkali-kali tapi tidak dapat bantuan sembako. Mungkin karena warga sebelumnya pernah didata untuk dikasih bantuan,” bebernya.

Padahal, kata Sopian, KPU melakukan pendataan hanya untuk memastikan warga bisa memiliki hak pilih dalam Pilkada 2020 mendatang. Namun karena bertepatan dengan suasana pandemi Covid-19, maka dikaitkan dengan pendataan untuk penyaluran bantuan sembako bagi warga yang terdampak Korona. “Kami di KPU hanya mendata, tidak bagi sembako,” ujarnya tersenyum.

Sementara Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin mengatakan, saat Coklit, warag hanya diminta menyiapkan dokumen resmi. Seperti KTP, surat keterangan domisili, dan kartu keluarga (KK). Meskipun ditengah pandemi Covid-19, pelaksanaan Coklit dilakukan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. PPDP menemui calon pemilih secara langsung satu per satu.

“Dalam pelaksanaan Coklit, petugas maupun masyarakat tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19,” ungkapnya.

Sabtu (18/7) lalu, pen-coklitan dilakukan terhadap para pejabat dan tokoh di Kota Mataram. Mulai dari kediaman Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, hingga kediaman Ketua DPRD H Didi Sumardi.

Ahyar mengapresiasi KPU dan Bawaslu Kota Mataram yang telah melaksanakan Coklit dengan baik. Ahyar menjelaskan, proses Coklit memiliki arti yang sangat penting untuk Pilkada Kota Mataram yang demokratis, jujur, terbuka, dan bermartabat.

Dia  berharap Pilkada nanti melahirkan pemimpin Kota Mataram yang dapat mensukseskan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita harapkan wali kota dan wakil wali kota terpilih nanti dapat mensejahterkan masyarakat Kota Mataram,” harap orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Sedangkan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyoroti sikap masyarakat masyarakat saat didatangi petugas KPU. “Petugas harus lebih sabar. Ini masa pandemi. Masyarakat sedang terdampak Covid. Ekonomi, sosial, mental dan kebatinan mereka juga terdampak,” kelakar Mohan.

Namun, Pemerintah Kota Mataram dikatakannya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti proses Coklit agar mereka bisa menyalurkan hak suaranya. “Kami harap masyarakat bisa membantu KPU untuk Coklit ini demi pelaksanaan Pilkada yang demokratis,” pintanya.

Semua pihak saat ini, memang terdampak Covid-19. Hanya saja, proses Pilkada harus tetap dilaksanakan 9 Desember mendatang karena sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Jadi kita memang harus menghadapi Pilkada dengan kedisiplinan ketat dan mengikuti protokoler kesehatan,” imbaunya. (ton/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks