alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Tuan Guru Jadi Figur Penentu

MATARAM-Pilkada Kota Mataram tahun ini, disebut sebagai Pilkada paling seru. Pertarungan sejumlah tokoh sentral tak bisa dihindari.

H Mohan Roliskana sebagai petahana, mendapat lawan sepadan. Yakni Pjs Wali Kota Mataram 2015, Hj Putu Selly Andayani. Dan yang tak bisa dianggap remeh, HL Makmur Said. Mantan Sekda Kota Mataram.

Yang tak kalah menyita perhatian dari Pilkada ini adalah majunya dua tuan guru dan satu ustad sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Mataram. Yakni TGH Mujibburahman yang mendampingi Mohan, dan TGH Abdul Manan yang dipinang Selly. Serta ada juga Ustad H Badruttamam Ahda yang akan berjuang bersama Makmur Said.

Bukan tidak mungkin, kehadiran mereka bisa jadi penentu, siapa pemenang Pilkada nanti. Karena, mereka memiliki pendukung riil sekaligus militan.

Kepada Lombok Post, mereka mengungkapkan, kontestasi politik Pilkada Kota Mataram diletakkan dalam konsep fastabiqul khoirot. Berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Dalam satu hadits ditegaskan, bersemangatlah dalam melakukan segala kegiatan yang bermanfaat dan jangan sedikit-sedikit menganggap diri lemah atau tidak mampu,” kata TGH Mujib.

Bagi Mujib, konsep demokrasi dan Pilkada, adalah ladang dakwah dan amal ibadah. “Momentum ini akan menjadi sarana mengimplementasikan hal-hal positif di lapangan,” ungkapnya.

Sementara TGH Manan melihat, momentum Pilkada sebagai jalan untuk mengabdi kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, siapapun boleh maju. Asalkan tujuannya untuk kemaslahatan umat. “Kita tidak dimiliki siapapun, tetapi kita dimiliki oleh Allah SWT,” tegas hafiz yang menjadi imam Masjid Hubbul Wathan slamic Center ini.

Allah SWT dikatakannya menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Namun tidak boleh ada hak intervensi dari satu bangsa terhadap bangsa dan suku lainnya. Setiap suku bangsa berhak mengaktualisasikan dirinya dan diberikan haknya merdeka.

“Bebas. Tentu dengan memperhatikan norma yang telah disepakati bersama. Karena norma kesopanan, agama, kesusilaan ini adalah budi suci pekerti,” papar Ketua MUI Kota Mataram ini.

 

Harum dan Muda Minta Restu TGH Bagu

Sementara itu di hari yang sama Sabtu (18/8)  H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman (HARUM) berkunjung ke kediaman TGH Turmudzi Badaruddin di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Selasa (18/8).

“Kami memohon doa Tuan Guru semoga langkah kami dimudahkan,” kata H Mohan.

TGH Turmudzi menyambut baik kunjungan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram ini. Dalam pertemuan tersebut banyak masukan dan nasihat yang disampaikan pengasuh Ponpes Qomarul Huda ini untuk  pasangan HARUM. Terlebih H Mohan sudah sejak lama ingin bersua dan berdiskusi dengan tokoh Nahdlatul Ulama ini.

” Alhamdulillah, hari ini bisa berjumpa,” sambung H Mohan.

Kunjungan ini seolah melengkapi upaya HARUM meminta dukungan para tuan guru di NTB. Sebelumnya mereka telah mendapat dukungan dari dua tokoh kunci NW TGB Dr HM Zainul Majdi  dan RTGB Zainuddin Atsani.

Di hari yang sama Makmur juga melakukan silaturahmi ke kediaman TGH  Lalu Turmudzi Badaruddin. Sebagai bakal calon wali kota yang didukung PKB, tentu ia ingin lebih dekat dan meminta beberapa nasehat.

“Pesan beliau banyak calon, tapi hanya satu yang akan menang,” kata Makmur mengingat pesan tokoh NU tersebut.

 

Deklarasi Makmur-Ahda

Sementara itu  koalisi Partai Gerindra, PKPI, dan PKB telah mendeklarasikan HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) sebagai pasangan calon wali dan wakil wali kota Mataram untuk Pilkada 2020.

Deklarasi  dilaksanakan Kamis Rabu (19/8) di Hotel Golden Palace dihadiri para simpatisan dan kader.

Makmur mengatakan, dirinya sudah siap dan optimis memenangkan Pilkada  Kota Mataram. Semua persiapan telah dirancang bersama tim. Termasuk visi misi yang nantinya akan diterapkan.

Dia menyebut, koalisi tiga partai yang mengusung paket Muda dinamakan koalisi merah putih. Karena bertepatan dengan momentum HUT RI ke-75. Paket Muda mendeklarasikan diri maju pada Pilkada Kota Mataram untuk menang.

Tak hanya partai yang memiliki kursi di dewan saja mengusung paket Muda. Melainkan juga non parlemen. Seperti Partai Perindo, PSI, dan Garuda. “Ini akan membantu kami bertarung pada Pilkada Kota Mataram,” tuturnya.

Bagi Makmur, deklarasi adalah puncak dari sebuah perjuangan. Dia mengibaratkan deklarasi seperti pembalap di Moto GP yang sudah melalui lintasan pertama. “Kami sekarang bisa dikatakan calon. Bukan lagi balon,” kata dia.

Ditegaskan, dengan deklarasi ini akan menjawab keraguan pendukung terkait persoalan partai dan pendamping. Sekarang kata dia, paket Muda  tidak lagi berbicara soal partai atau pasangan. Melainkan memperhatikan ide dan gagasan. “Sekarang tidak lagi bicara soal maju atau tidak,” terangnya.

Sebab lanjut dia, paket Muda sudah mampu melobi tiga partai yang membuatnya maju pada kontestasi Pilkada Kota Mataram. Saat ini paket Muda akan melanjutkan silaturahmi ke lingkungan dan sejumlah komunitas di Kota Mataram untuk lebih memfamiliarkan diri. “Kita akan melanjutkan blusukan ke lingkungan agar lebih dikenal masyarakat,” kata Makmur. (ton/jay/r3/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks