alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Bima Negatif Rabies, Sumbawa Terkendali

MATARAM-Pemprov NTB memastikan, Kabupaten Bima masih terbebas dari serangan Virus Rabies, meski laporan gigitan anjing pada orang di daerah itu terus bertambah. Sementara di Sumbawa yang sudah ditetapkan dengan status Kejadian Luar Biasa, hingga kemarin, penyebaran virus Rabies disebut bisa dikendalikan. Dalam tiga hari terakhir, tak ada penambahan jumlah warga yang digigit anjing gila.

                Kepala Dinas Kesehatan NTB Hj Nurhandini Eka Dewi dikonfirmasi di Mataram, kemarin (20/2) menjelaskan, data terkahir yang dimiliki pihaknya, di Bima sudah 26 orang yang dilaporkan digigit hewan pembawa rabies (HPR). Hanya saja, dari empat sampel otak HPR dari Bima yang telah diuji di laboratorium menunjukkan bahwa anjing penggigit manusia tersebut negatif Virus Rabies.

“Kalau anjingnya negatif, orang yang digigit juga negatif,” kata Nurhandini.

                Sementara untuk Kabupaten Sumbawa, kata Nurhandini, laporan orang yang digigit HPR masih sama seperti akhir pekan lalu yakni 21 orang. Sehingga, dia menyatakan, kasus Virus Rabies berhasil diredam di Bumi Sabalong Samalewa tersebut.

Sementara di Dompu, jumlah kasus gigitan terus bertambah. Secara umum, jumlah kasus gigitan HPR telah mencapai 761 kasus. Untuk Dompu, mencapai 714 kasus, Kabupaten Sumbawa 21 kasus, dan Kabupaten Bima 26 kasus. Status KLB juga masih hanya untuk Dompu dan Sumbawa.

Sedangkan dari 121 ekor HPR yang dijadikan sampel untuk diuji laboratorium, sebanyak 30 ekor dipastikan positif Rabies. Jumlah tersebut sebanyak 26 ekor sampel berasal dari Dompu dan empat sampel HPR dari Sumbawa. Sedangkan empat ekor sampel asal Bima negatif.

                Nurhandini juga mengungkapkan, jumlah HPR yang dieliminasi hingga kemarin telah mencapai 2.438 ekor. Itu hanya di Dompu saja. Sementara di kabupaten lain masih dihimpun pihaknya. Sementara hewan milik warga yang divaksin telah mencapai 3.847 ekor. Itu untuk mencegah hewan milik warga tersebut terkena Rabies.

Dijelaskannya, upaya saat ini masih fokus pada percepatan eliminasi HPR dari tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dinas Kesehatan fokus menangani korban yang digigit. Guna mencegah rabies meluas, Pemprov meminta bantuan pusat.

“Kami sudah koordinasi meminta tambahan racun dan tambahan tenaga dari Perbakin untuk eliminasi,” kata dokter spesialis anak ini.

Tidak hanya di Dompu, Sumbawa dan Bima. Kabupaten lain juga terus melakukan vaksinasi dan eliminasi HPR, seperti Kota Mataram. “Di sini (Mataram) beberapa kasus gigitan tapi negatif, ” tegasnya.

Terkait asal usul anjing belum bisa dipastikan sampai sekarang. Tapi yang paling mungkin, anjing rabies hanya masuk dari daerah endemis rabies seperti Bali dan NTT.

Dinas Kesehatan NTB juga sudah menyebar 3.609 vaksin di enam kabupaten/kota yakni di Dompu 2.809 dosis, Kota Mataram 40 dosis, Kota Bima 40 dosis, Kabupaten Bima 90 dosis, Sumbawa 50 dosis, Sumbawa Barat 10 dosis, Lombok Barat 10 dosis, Lombok Timur 20 dosis, dan RSUD NTB 10 dosis, serta disimpan sebagai stok provinsi sebanyak 430 dosis.

                Dengan status KLB Rabies ini, maka dalam dua tahun ke depan kata Nurhandini, NTB tidak mungkin dinyatakan sebagai daerah bebas Rabies.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Sepertiani secara terpisah menambahkan, selain mendistribusikan vaksin anti rabies, Pemprov bersama kabupaten/kota langsung terjun ke lapangan mengontrol perkembangan gigitan HPR. (ili/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks