alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

BKIPM Berdayakan Istri Nelayan

MATARAM-Setelah sebelumnya melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram kembali menggelar kegiatan positif. Kali ini, giliran istri nelayan Pantai Tanjung Karang, Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela yang dilatih membuat nugget dan abon ikan.

“Pemberdayaan masyarakat ini kita khususkan bagi para istri nelayan,” tegas Kepala BKIPM Mataram Suprayogi, kemarin (20/2).

Dalam kegiatan kali ini, BKIPM Mataram bekerja sama dengan Tim Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP). Istri nelayanan diajari cara membuat nugget dan abon ikan.

Tujuannya, saat menunggu para suami pulang melaut, harus ada kegiatan positif yang dilakukan untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

“Dari hasil tangkapan suami melaut, tentu ada yang dijual dan ada yang disimpan di rumah. Dari pada menumpuk di rumah, istri bisa olah itu jadi nugget dan abon,” terang Yogi.

Ia menilai, istri para nelayan memiliki kemampuan dan potensi yang cukup mumpuni membantu perekonomian keluarga. Asal mereka terus dilatih, dengan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. Sehingga, penghasilan tidak hanya datang dari hasil tangkapan melaut, tetapi hasil olahan laut itu.

Karena itu, BKIPM Mataram ingin turut ambil bagian dalam mengasah potensi tersebut. Yogi berharap, melalui kegiatan pemberdayaan ini, bisa bermanfaat bagi para istri nelayan.

Penting untuk diketahui adalah hasil laut tidak melulu yang dijual adalah ikan mentah. Namun jika pintar mengolahnya, maka bisa menambah nilai jual.

“Kalau sudah begini, bagaimana nanti pemda bisa turun tangan dalam hal pemberian modal atau semacamnya, nantinya mereka bisa bangun UKM sendiri,” tutup Yogi.

Penanggung jawab Satker BBP2HP Arlina Mayasari mengaku senang melihat antusiasme dan keinginan para istri nelayan di Pantai Tanjung Karang untuk belajar. Ia yakin, ke depan pengolahan hasil laut seperti ikan tongkol yang menjadi primadona di Pantai Tanjung Karang, tidak selalu berakhir pada proses pindang ikan bakar. “Nanti mereka bisa mengolah ikan ini agar bernilai lebih tinggi,” ucapnya.

Pihaknya pun membuka diri, jika istri para nelayan ini ingin mencoba menu olahan ikan yang lain. Namun, lebih dulu harus membentuk kelompok perikanan. “Silakan datang belajar resep lain, semuanya gratis,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu istri nelayan Enjun berterima kasih pada pihak BKIPM Mataram dan BBP2HP karena memberikan pelatihan semacam ini. Tentu saja tujuannya untuk meningkatkan pemasukkan keluarga. Memang ini bukan kali pertama, namun pelatihan dan materi BBP2HP, pengolahannya lebih mendetail.

“Ada juga yang pernah mengajari kami kayak gini, tetapi kalau yang sekarang lebih detail. Jadi nambah ilmu baru. Harapannya, ini bisa berlanjut terus pelatihannya,” kata dia. (yun/r5)

Berita sebelumyaJangan Menantang Maut!
Berita berikutnyaZero Waste Hanya Wacana
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks