alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Jangan Menantang Maut!

MATARAM-Antusiasme masyarakat terhadap kemegahan pembangunan gerbang Tembolak di jalur bypass bandara yang menjadi pintu masuk Kota Mataram, menghadirkan masalah baru. Tak hanya soal masalah pedagang kaki lima (PKL). Tapi juga sikap masyarakat “menantang maut” di lokasi tersebut.

Sejak pembangunan rampung, warga terus berdatangan setiap harinya. Mereka berebut lokasi dengan latar belakang megahnya gerbang kota itu untuk dijadikan spot selfie (swafoto). Padahal, aksi swafoto di jalur cepat ini sangat berbahaya. Karena demi mendapatkan foto terbaik, warga memilih selfie di tengah jalan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh meminta masyarakat untuk berhati-hati. Faktor keselamatan menurutnya harus dikedepankan. “Nyawa  lebih berharga dari selembar foto,” kata Saleh.

Saleh mengatakan, pihaknya sudah melakukan peneguran kepada masyarakat yang selfie di tengah jalan. Bahkan pihaknya kerap melakukan patroli di area tersebut. “Kalau ada (yang selfie) kita tegur,” singkatnya.

Sayangnya, Saleh mengakui jika patroli yang dilakukan, waktunya tidak tepat. Pagi dan siang hari. Sementara  warga banyak selfie pada sore hari. Ia mengimbau, belum bisa melakukan patroli sore hari. Karena personel yang dimiliki tidak ada yang piket sore.

“Kan kita tidak ada piket. Jam kerja saja kita patroli. Beda dengan Pol PP dia 24 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Reni Julianti mengaku datang ke lokasi gerbang Tembolak untuk mengobati rasa penasarannya. Ia melihat gerbang ini di medos cukup indah. Sehingga ia bersama teman-teman dan keluarganya datang ke tempat itu.

“Kalau untuk foto, mungkin tidak,” sebutnya.

Ditanya soal banyaknya orang foto di jalan tersebut, ia mengaku memang sangat berbahaya. “Kebanyakan yang selfie di sana kan anak baru gede (ABG). Saya kira ada rasa bangga dia foto di sini (gerbang Tembolak),” tutupnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks