alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

NTB Pinang AUSTRALIA, AirAsia Buka Rute Lombok-Perth 9 Juni 2019

MATARAM-Sektor pariwisata NTB benar-benar tengah mendapat angin segar di tengah upaya recovery selepas bencana gempa. Lalu disusul gejolak harga tiket pesawat yang membumbung dan harga bagasi penerbangan murah yang menggencet.

Angin segar itu datang dari AirAsia yang memastikan akan memulai penerbangan Lombok-Perth dan sebaliknya pada 9 Juni 2019. Penerbangan perdana tersebut juga akan menandai posisi Pulau Lombok sebagai hub kelima AirAsia di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali.

            Kepastian penerbangan perdana poros Lombok-Perth tersebut terungkap dalam pertemuan teknis yang digelar Dinas Pariwisata NTB bersama dengan AirAsia dan para pelaku pariwista NTB di Mataram, kemarin (20/1).

            Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal mengungkapkan, dengan dimulainya penerbangan Lombok-Perth dan sebaliknya pada 9 Juni, maka AirAsia akan mulai menjual tiket rute ini pada awal Maret ini.

“Nanti, penjualan tiket perdana tersebut akan kita launching secara bersama-sama dengan AirAsia,” katanya.

Selepasnya kemudian, sepanjang Februari, Maret, hingga Juni, AirAsia akan gencar mempromosikan Pulau Lombok sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

“Ini mimpi besar kita, sekarang sudah hampir di depan kita,” kata Faozal.

            Diungkapkan, sebagai hub yang baru, di Lombok, AirAsia akan menempatkan dua pesawat Airbus A320 dengan kapasitas masing-masing 180 kursi. Untuk menjadikan Lombok sebagai hub, AirAsia menginvestasikan dana sedikitnya Rp 60 miliar.

Satu dari dua unit pesawat AirBus A320 yang homebase-nya ada di Lombok tersebut, seluruh bodynya akan di-branding (livery) dengan tulisan We Love Lombok. Saat ini, pesawat tersebut kata Faozal tengah dalam proses finishing di Malaysia, yang merupakan kantor pusat AirAsia.

Dia menyebutkan, branding Lombok di body pesawat AirAsia tersebut akan menjadi promosi besar-besaran bagi Lombok sebagai destinasi wisata. Sebab, pesawat tersebut akan langsung mempromosikan Lombok kemanapun jadwal terbangnya. Setiap hari. Setiap saat.

Branding body pesawat tersebut sepenuhnya merupakan sumbangsih AirAsia untuk kebangkitan pariwisata Lombok. Sebab, kata Faozal, jika harus membayar, Pemprov NTB sama sekali tidak mampu kalau mengandalkan APBD.

Sebab, nilai komersil untuk branding di seluruh body pesawat AirAsia tersebut bisa mencapai USD 980 Ribu. Sebuah angka yang sangat besar karena setara dengan Rp 13,7 miliar dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini.

            Rencana bisnis AirAsia sendiri untuk Lombok memang begitu masif. Mereka merencanakan penerbangan Lombok-Perth empat kali dalam sepekan. Lalu pada saat bersamaan, AirAsia juga akan membuka rute penerbangan Lombok-Bali dan sebaliknya. Rute ini direncanakan 14 kali penerbangan dalam sepekan atau dua kali penerbangan dalam sehari.

Lalu akan dibuka rute Lombok-Jogyakarta dan sebaliknya sebanyak tujuh kali sepekan atau satu penerbangan sehari. Lalu, AirAsia juga akan menggenapkan penerbangan Lombok-Kuala Lumpur 14 kali dalam sepekan, atau dua kali sehari.

            Kasubdit Area IA Regional IV Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Arya Galih Anindita dalam rapat teknis tersebut mengungkapkan, Kemenpar akan membantu memasarkan promosi pariwisata Lombok ke pasar Australia. Salah satunya dengan mengajak para pelaku industri wisata di Lombok untuk menjual paket wisata secara langsung di Australia. Rencana ini akan digelar pada akhir 28 Maret 2019 dalam bentuk sales mission.

“Selain secara offline, Kemenpar juga akan masifkan promosi lewat online agar semakin banyak wisatawan Australia yang datang ke Lombok,” kata Arya.

Pihaknya menargetkan, angka kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia lebih dari 1,5 juta orang dalam setahun. Dan Lombok, selama ini posisinya memang menjadi pavorit utama wisatawan Australia setelah dari Bali.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadhi Aswinabawa menilai kehadiran rute Perth-Lombok menjadi kesempatan besar bagi Lombok untuk menarik pasar Australia.

Dia menyebutkan, wisatawan Australia selalu masuk daftar lima besar kunjungan terbanyak di Indonesia. “Semoga bisa sukses sehingga bisa menjadi kebangkitan kita semua pascagempa lalu,” kata Awan.

Dia memastikan, para pelaku industri wisata di NTB sudah bersiap untuk menjual berbagai paket destinasi wisata kepada wisatawan Australia ke Lombok dan juga Sumbawa.

Sementara itu, Station Manager AirAsia Lombok Didit Indra mengungkapkan, pengoperasian penerbangan rute Perth-Lombok tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak. Mulai dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpar, pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov NTB, dan juga para pelaku industri wisata Bumi Gora.

“Kami berharap rute ini bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata Lombok ke depan,” kata Didit.

Perth sendiri adalah kota di Australia barat. Selama ini, dalam setahun, dari kota ini ada sedikitnya 600 ribu orang berwisata ke Indonesia. Selama ini, Bali adalah pintu masuk mereka ke Indonesia. Dari Bali, kemudian mereka melanjutkan penerbangan ke sejumlah destinasi lainnya. Termasuk ke Lombok.

Rakor Pariwisata

Sementara itu, selepas menggelar pertemuan teknis terkait penerbangan AirAsia di Lombok, Dinas Pariwisata NTb kemarin juga menggelar rapat koordinasi akselerasi dan sinkroninasi program kepariwisataan Lombok-Sumbawa pascabencana bersama Kementerian Pariwisata. Seluruh Dispar kabupaten/kota di NTB, hadir dalam rakor ini. Sementara sejumlah kepala daerah dan juga ketua DPRD hadir. Antara lain dari Lombok Timur dan juga Kota Bima.

            Rakor tersebut membahas sejumlah hal. Mulai dari upaya sektor pariwisata NTB dalam mencapai target 4 juta kunjungan wisatawan pada 2019, melanjutkan program penataan destinasi yang terdampak gempa, hingga memastikan langkah promosi dengan lebih terukur.

            Dalam rakor kemarin, juga ditandatangani sejumlah nota kesepahaman Dinas Pariwisata antara lain dengan sejumlah direktur rumah sakit untuk mewujudkan program baru sektor pariwisata NTB yakni Medical Tourism. Ditandatangani pula kerja sama dengan PLN NTB yang akan memfasilitasi program Zero Waste di 20 desa wisata di seluruh NTB.

            “Meski kita sedang dalam kondisi sulit karena pascagempa dan juga berbagai persoalan lain seperti tiket pesawat dan bagasi, tapi kita optimistis sektor pariwisata NTB akan kembali bangkit,” kata Faozal.

            Sejauh ini kata dia, Kemenpar melalui Tourism Crisis Center (TCC) Lombok Bangkit, atau Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata Pascagempa Lombok juga sudah melakukan promosi di dalam dan luar negeri guna menarik wisatawan datang ke Lombok.

Faozal juga berharap program penataan kembali dermaga Gili Trawangan dan Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara yang dikelola Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa segera dilakukan agar memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang hendak berlibur di Gili Trawangan.

            Ketua TCC Lombok Bangkit, Farid Said, mengatakan, saat ini, kondisi lesunya sektor pariwisata memang terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Biasanya saat low season yang terjadi awal tahun, tingkat kunjungan relatif menurun dibandingkan bulan-bulan setelahnya.

Farid menjelaskan tingkat penurunan kunjungan bisa dilihat dari angka keterisian penumpang dan pergerakan pesawat. Selama masa low season, kata Farid, jumlah penerbangan di Lombok turun hingga 40 persen, di Medan turun hingga 70 persen, dan di Makassar turun hingga 60 persen.

“Kami proyeksikan pada Maret, kunjungan wisatawan ke Lombok sudah mulai pulih. Kita optimistis Maret, April, Juni, Juli, dan seterusnya, kunjungan wisatawan sudah akan meningkat,” kata dia.

Sejak diberikan tugas dari Kemenpar untuk membantu percepatan pemulihan pariwisata Lombok pada September 2018, TCC telah melakukan 22 kegiatan promosi, di dalam dan luar negeri, dan juga mendatangkan ratusan agen perjalanan wisata dari luar negeri ke Lombok, pun sebaliknya, untuk menjual paket wisata ke Lombok.

Pengurus PHRI NTB I Gusti Lanang Patra mengungkapkan, saat ini okupansi hotel berbintang di NTB berada pada posisi yang sangat rendah. Banyak hotel yang angka okupansinya di bawah 10 persen.

Bisnis hotel saat ini kata dia, benar-benar sulit. Secara umum, memasuki Januari dan Februari, angka hunian hotel memang menurun karena low seasion. Namun, tahun lalu, pada periode yang sama, tingkat hunian hotel berbintang di NTB saat low seasion masih tembus hingga angka 40 persen.

Saat ini, kegiatan MICE terutama dari pemerintah juga masih belum banyak. Para pelaku hotel yakin, dalam beberapa bulan ke depan, tingkat hunian akan kembali naik.

Asisten Deputi Pemasaran I Regional III Kemenpar Muhammad Riki Fauziani mengatakan, Kemenpar akan selalu mendukung pemulihan sektor pariwisata NTB. Riki menyampaikan, Kemenpar sedang mempersiapkan empat agenda wisata di NTB yang masuk dalam kalender agenda wisata nasional 2019 yakni Festival Pesona Bau Nyale, Festival Moyo, Festival Tambora, dan Pesona Khazanah Ramadhan.

            “Empat event NTB ini harus dipersiapkan dengan matang karena menjadi agenda pariwisata nasional 2019. Kemenpar tentu mendukung penuh empat event tersebut,”

            Riki menyebut Festival Pesona Bau Nyale pada 24 Februari sebagai momentum untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata Lombok. Kata Riki, tidak hanya sebatas menggelar event, Kemenpar juga telah melakukan sejumlah promosi pariwisata NTB, baik di dalam dan luar negeri guna memberikan informasi kepada wisatawan bahwa NTB aman untuk kembali dikunjungi.

            Selama 2018, pihaknya telah melaksanakan 30 kegiatan promosi, famtrip, dan juga delapan kegiatan promosikan NTB di lima negara yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Inggris.

Dua Destinasi

Sementara itu, secara umum, Dinas Pariwisata NTB memastikan, bahwa saat ini sektor pariwisata NTB telah mulai pulih. Terutama dari sisi pembenahan destinasi. Hingga kemarin, Kadis Pariwisata HL Faozal mengungkapkan, hanya dua destinasi wisata di NTB yang belum pulih setelah dilanda gempa.

Yang pertama adalah Gunung Rinjani. Saat ini, Rinjani memang masih tutup. Dalam kondisi normal, Rinjani memang tutup mulai Desember hingga Maret, karena musim penghujan. Namun, akibat gempa, Rinjani sudah ditutup untuk wisatawan semenjak Juli 2018.

Karena itu, Faozal berharap, Rinjani akan dibuka kembali untuk pendakian dalam waktu dekat. Setidaknya pada bulan April. Sebab, NTB memiliki event Rinjani 100 yang merupakan lomba lari ultra elit di tanah air.

Saat ini saja kata Faozal, sudah ada 4.000 penggila lari ultra yang sudah mendatar untuk ikut event Rinjani 100 2019. Itu baru pendaftar dari luar negeri. Belum pendaftar dari dalam negeri.

Destinasi kedua yang belum pulih benar adalah Islamic Center yang merupakan salah satu ikon Wisata Halal di NTB. Kerusakan minor di Islamic Center kata Faozal dijanjikan Dinas Pekerjaan Umum selesai pada akhir Februari ini.

Segera setelah selesai perbaikan, maka Islamic Center akan dipasangkan lampu yang seluruhnya dibiayai Kementerian Pariwisata. Nilai lampu tersebut Rp 1,5 miliar. Sehingga akan menjadikan pencahayaan di Islamic Center setaraf dengan Masjid Nabawi di Madinah.

Medical Tourism

Sementara itu, terkait dengan ambisi NTB menjadi salah satu destinasi wisata medis atau medical tourism, Dinas Pariwisata menandatangani kerja sama dengan empat RS di Kota Mataram. Empat rumah sakit tersebut adalah RSUD NTB, RSUD Kota Mataram, RS Harapan Kita, dan RS Graha Ultima Medika milik Siloam group.

            Lombok berambisi seperti Penang di Malaysia. Di mana kini menjadi salah satu destinasi wisata medis di Asia Tenggara setelah Singapura yang sudah lebih dulu kesohor.

Terkait hal ini, Direktur Utama RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan, potensi pengembangan wisata medis begitu terbuka bagi Lombok.

“Ini selama ini peluang yang belum kita tangkap. Peluangnya besar, Kemenkes (Kementerian Kesehatan) juga sudah mendorong itu,” kata dia.

Hamzi menjelaskan, RSUD NTB saat ini sendiri telah memiliki fasilitas unggulan yakni adalah radioterapi untuk penderita kanker. Layanan radioterapi, kata Hamzi, hanya memiliki 19 RS di Indonesia, dan RSUD NTB salah satunya.

“Ini bisa menjadi unggulan kita dalam wisata medis,” katanya.

Hamzi menerangkan, penyakit tidak menular itu dalam 27 tahun terakhir terus mengalami peningkatan, termasuk kanker yang terkait dengan gaya dan pola hidup seseorang. RSUD NTB sendiri telah memiliki pengalaman dengan mengobati pasien dari Malaysia yang terkena penyakit kanker rahim pada setahun yang lalu. Selain memiliki fasilitas radioterapi, faktor keindahan alam Lombok menjadi pasien tersebut memutuskan berobat ke Lombok.

“Dia ingin berobat dan juga ingin menikmati keindahan alam Lombok,” katanya. Akhirnya dibuatkan pola, pasien tersebut dirawat lalu kalau sudah agak segar diajak keliling ke Senggigi.

“Dari aspek psikologis ternyata luar biasa dampaknya, dia merasa nyaman,” katanya.

Dengan fasilitas radioterapi, lanjut Hamzi, pasien kanker bisa mendapatkan pengobatan yang komprehensif. Hamzi mengatakan pelayanan terhadap WNA tentu akan sedikit berbeda lantaran standar tingkat pelayanan yang tinggi. RSUD NTB, dia katakan, telah memiliki SDM yang memadai untuk melayani pasien dari luar negeri.

“Kita sudah mengirim lima perawat RSUD NTB belajar di Korea selama setahun untuk belajar soal keperawatan dan juga membuat jaringan dengan Korea,” tambahnya.

Hanya saja, meski mengaku sudah memiliki fasilitas memadai, kata Hamzi, belum banyak pasien dari luar negeri yang berobat sekaligus berwisata di Lombok. Hamzi berharap kerja sama dengan Dispar NTB membuat promosi fasilitas yang ada di RSUD NTB bisa semakin dikenal luas.

“Dokter-dokter kita sudah ada sudah lengkap, tinggal kita kemas dan perbaiki layanan untuk menjual dalam bentuk promosi,” katanya. (kus/tea/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks