alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Ribuan Warga Mataram Belum Urus E-KTP

MATARAM-Jelang Pemilu 2019 pada April mendatang, perekaman KTP Elektronik (E-KTP) terus dikebut. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar mengatakan, ini perintah langsung dari pemerintah pusat.

Sejauh ini, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kota Mataram, yang telah dikirim ke pemerintah pusat lebih dari 290 ribu jiwa. Sementara untuk warga Kota Mataram yang belum cetak E-KTP sekitar 1.200 jiwa.

“Insya Allah kami selesaikan perekaman pada minggu-minggu ini,” jelasnya.

Namun dari semua itu, yang paling diantisipasi pihaknya adalah pemilih potensial. Artinya, mereka warga Kota Mataram yang usianya akan masuk 17 tahun menjelang pemilu mendatang. Ia memprediksi jumlahnya bisa mencapai lebih dari 2 ribu jiwa. Maka dari itu, Disdukcapil Kota Mataram saat ini tengah aktif melakukan jemput bola, ke 50 kelurahan.

“Kita maksimalkan mobilisasi biar semua lingkungan bisa kita jangkau,” kata Chairul.

Selain itu, langkah yang terus didoromg Disdukcapil Kota Mataram agar kepala Lingkungan setempat, harus aktif mendata warganya yang akan memasuki usia 17 tahun.

Untuk memudahkan warga, Chairul menjelaskan, saat ini kepala Lingkungan tidak perlu bersurat, tinggal telepon call center atau datang menemui pihaknya di kantor, maka layanan perekaman langsung dilakukan hari itu juga.

“Tidak menutup kemungkinan juga, nanti kami ke SMA, SMK dan MA untuk mendata. Nanti pihak sekolah juga kita dimohon kerja samanya,” tegas Chairul.

Antisipasi dua ribu lebih pemilih juga dilakukan pada persediaan blangko. Disdukcapil Kota Mataram saat ini menggunakan sistem stok minimal. Jika blangko dirasa jumlahnya menipis, maka pihaknya segera bersurat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dikirimkan.

Chairul mengakui, pemilih potensial ini sifatnya dinamis. Sehingga jumlahnya bisa terus bertambah. Karena itu, sampai pada hari pelaksanaan pemilu, Disdukcapil Kota Mataram tetap membuka pelayanan. Mengantisipasi masyarakat jika ada yang mengurus administrasi kependudukan terkait pemilu.

“Sampai hari H pemilu, petugas kami tetap standby,” pungkasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks